BunSay4 Jatim2 | Pra BunSay 2 | Adab Sebelum Ilmu X CoC

Selamat datang weekend. Cerah banget ya Sabtu akhir bulan ini, secerah bunga Matahari depan pintu rumah yang lagi percaya diri banget show off. Nih liat aja di sini: My Mr-&-Mrs-Sun Eh, tapi di Pare belakangan cerahnya bisa sampe bikin gosyong badan. Vanaassss syekali, sodara.

Okey, hari ini adalah deadline untuk setor tugas Kelas Pra BunSay. Masih ada yang belum tau kelas ini di Institut Ibu Profesional ya? Ini cek disini wadahnya. Setelah diskusi ringan dengan wadah Internal di Grup Mandjaaah semalam eh Grup#3 BunSay4J2 IIP deng, jadi hari ini sudah bisa kirim report. Take it slow, masih pemanasan.

1.A Materi Pra Bunsay | Institut Ibu Profesional

iip_COC_2

(Tidak Terlambat) Sadar Diri.

Disuruh jawab, pertanyaannya gini: Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu di Bunda Sayang? Jadi gini Bu Fasil, karena saya Anya dan saya bukanlah siapa – siapa. Semakin hari semakin sadar diri bahwa kuncian terbaik untuk mendidik anak dan keluarga sesuai dengan family goals adalah dengan memperbaiki peranan ibu terlebih dulu. Iya, peran saya.

Setelah terdiam beberapa saat. Merefleksi diri, mikir-mikir-mikir. Kerennya ya kontemplasilah. Jadi, ngga usah bersusah payah protes terhadap orang lain. Coba mulai dulu untuk memperbaiki diri sendiri. Apalagi mempelajari kehidupan anak dan keluarga, belajarnya setiap detik, setiap waktu, setiap saat tanpa berjeda, never ending story banget. Bunda Sayang memiliki komitmen yang tinggi dalam memfasilitasi para ibu dan saya sangat antusias di dalamnya. Ya, minimal kasih komitmen belajar yang sepadan juga untuk tim fasilitator.

Strategi Nambal Black Hole.

Kemudian, loncat ke strategi saya dalam menuntut ilmu. Nah ini, perlu tak awang – awang dulu dengan pendekatan manakah yang lebih saya gandrungi. Coba diulik bagian terluar, sebut aja eksternalnya. Keputusan saya sudah tepat, salah satunya nyemplung deh di dalam kelas Bunda Sayang IIP ini. Belajar melalui sebuah forum, wadah atau komunitas yang memiliki satu visi misi yang sama dengan big goals kita. Pelan – pelan, serasa nambal black hole yang ada di dalam diri.

Ikut forum udah, sekarang bagaimana dengan guider? Saya memilih belajar langsung dari pakarnya, baik online atau meeting class. Mbhatin “Meski banyak juga nilai kehidupan yang kadang manclek terserap di hati justru bukan dari para ahli, dari rumput yang bergoyang misalnya.” Hahaha aduh aduh aduh, Nya. Walaupun belajar online, ingat ya kita juga wajib memilah siapakah pembawa materi yang bertebaran di media online. Di Institut Ibu Profesional ini, jujur saya ngga merasa khawatir ketika tim mengkurasi pemateri pasti cukup jeli melihat sebelum menyuguhkan ke publik. Insya Allah, terpercaya.

Belajar dari ahlinya udah, coba sekarang ngulik dari internalnya. Melihat ke dalam diri sendiri lebih dalam sekali lagi. Strategi lain supaya nyangkut di pikiran dan implementasi cepet, salah satunya coba mengosongkan gelas yang kita punya. “Bu Fasil sebentar ya, saya pikir pikir lagi sepertinya gelas saya kosong udah dari lama, jadi apalagi yang mau dikosongkan. Lah, aku kudu piye, Bu Fasil??” 

Jangan Ada Gengsi diantara Kita.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Perubahan sikap apa saja yang akan Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut? Dan saya akan jawab kenceeeeng, sikap non grasak-grusuk seperti Bajaj, Bu Fasil. Semakin hari bisa saya kurangi porsinya, bisa lebih kalem dan lebih sabaran. Mugi – mugi Gusti Allah parengi sabaaaaar. Kunci tuh, kunci.

Belajar memang wajibnya tawadhu ya, persis seperti apa yang dikatakan penceramah Sholat Jumat kemarin di dekat rumah. Lah, ikut sholat Jumat?? Ngga, dengar dari toa masjid. Insya Allah bisa makin tawadhu yang bisa menghilangkan gengsi dalam belajar. Amin-i yang kenceng dong, Bu Fasil dan para pembaca. AAMIIIIIIN.

1.B Materi Pra Bunsay | Institut Ibu Profesional

iip_COC_4

Setelah menjawab pertanyaan per-individu, kami juga disuguhkan Studi Kasus yang dibahas Per-Kelompok:

1.C Materi Pra Bunsay | Institut Ibu Profesional

iip_COC_5

Kurang lebih ini adalah jawaban dari diskusi Grup#3 BunSay4J2 IIP :

J1: Karena di kelas Bunda Sayang ini kita sesama mahasiswa sama – sama belajar, bersama – sama menjadi guru. Semua murid, semua guru. Maka sikap kita sebagai peserta tetaplah bersikap luwes dengan menghormati fasil. Karena bagaimana-pun fasilitator adalah orang terbaik dari tim memiliki ilmu yang bermanfaat untuk dibagikan ke mahasiswanya.

J2: Jika terdapat perbedaan pendapat atau pandangan tetap menghormati fasil, tidak menjadikannya sebagai bahan perselisihan. Saran dan kritik wajib disampaikan dengan santun akan dimaknai lebih baik oleh penerima.

J3: Mempelajari materi dengan baik, ikut bersama dalam diskusi dan jangan lupa melaksanakan tugas perkuliahan dengan kualitas dan berbobot.

J4: Sebelum memasuki kelas Bunda Sayang, tentunya ada kelas Matrikulasi sebagai pemanasan panjang. Yang didalamnya meliputi Time Management, sudah sepatutnya mahasiswa di BunSay konsekuensi dengan tanggung jawab yang diemban. Jika time management bagus, hasil kerja juga mengikuti. Selamat mengerjakan tugas berkualitas dan tepat waktu.

J5: Alangkah lebih baik jika mahasiswa menggunakan sudut pandangnya sendiri dalam pengerjaan tugas, diambil dari hikmah dan manfaat materi yang dibahas di kelas. Mari berkreatifitas.

J6: Karena di IIP Semua Murid Semua Guru, maka jika terdapat pengalaman yang berkaitan dengan materi Bunda Sayang dan kita ditunjuk sebagai pemateri, sepanjang tidak bertentangan dengan Adab Menuntut Ilmu dan CoC IIP, sebaiknya peluang tersebut bisa langsung diambil dan bersedia. Kembali lagi, tujuan utama kita adalah sharing dan proses diskusi ilmu.

J7: Etika saat mengajukan cuti atau mengundurkan diri, sebaiknya langsung menghadap ke Ibu Fasil untuk sharing alasan yang reasonable mengapa cuti atau check out dari kelas. Mengingat kembali peserta yang mendaftar di kelas Bunda Sayang cukup banyak, namun yang mendapatkan kesempatan hanya beberapa saja.

J8: Konsekuensi bagi mahasiswa yang mundur di tengah perkuliahan adalah dikeluarkan dari kelas tentunya setelah dilakukan check and recheck kondisi mahasiswanya. Mencari tahu penyebabnya atau kendala yang dihadapi, misal terdapat hal yang memberatkan sehingga tidak bisa melanjutkan perkuliahan ke tahap selanjutnya. Tidak lupa disampaikan secara santun.

Peserta Grup#3 BunSay4J2 IIP terdiri dari: Ummu Fanny, Ikhla, Lola, Linda, Danik Ernawati, Anafirun Ifana, Arselycha dan saya sendiri Diah Kurnia.

Sip, sugesti cakepnya apa? Belajar emang paling bener kosongi 3/4 isi gelas, sisanya untuk bekal. Kalo kosongi piring juga berarti Mbakayu LAPEEEER.

Melirik ‘Beauty Inside & Outside’

PLEASE JANGAN BACAAAA ! SERIUUSSS DEH !

TAPI KALAU KAMU MAKSA, YAWDA MONGGO. HAHAHAHAHAHA.

Kita memasuki area ‘Beauty Things’ yang maunya penulis sih ngga melulu berhubungan dengan ‘stuff‘. Karena bagian terbaik dari sisi perempuan bukan hanya apa yang terlihat di permukaan, bisa jauh dan lebih dari itu. Banyak angle mulai dari paduan behaviour sense, cognitive skills, her belief, independent sign and many more.

Beauty Things
Oh, my dear white roses  by Tumblr. Sudah dipastikan ini bukan gambar dari bagian rumahku di Pare. Meski sebenarnya suka banget sama konsep pohon tipe menjalar-jalar gini. Tetapi kemudian sadar diri, kebayang tetap takut kalo lagi musim ulet. Hahahaha.

Iseeengggg deh, nambah satu slot menu lagi di blog. Tentunya yang masih connecting the dots for woman. Dan salah satu yang terpikir adalah “Beauty Things”. Emang ya every single part of woman topic always “mesmerizing”. Suuuiiit, suuuuiiiit.

Duh ribet banget siy perempuan ampe bahas tentang beginian segala malam ini, lagi hari Kartini juga bukan. Iya memang wanita tuh ribet bangeeeet, udah terima aja. HAHAHA.

Ambil aja salah satu samplenya, makin hari skin goal tuh udah bukannya mau cakep macam ABG baru bermekaran hahaha tapi usia segini udah lebih mau treatment yang fokus ke emblem SEHAAAAAT. Do you feel what I felt?? Etapi perlu diingat bagian terpenting adalah sehat secara pikiran aja dulu sih ya.

Okeh rodo ndredeg, masih bisa ngga sih menulis tentang si beauty things ini. HAHAHA. Oyyy, I am not beauty expertise ceunah. Jadi tulisan di slot ini sekedar keisengan review dari sebelah rasa-dan-pikir a thing of beauty aku aja. Sekalian juga siy sebenarnya reunian mem-flashback ingatan dulu di Tabloid Kecantikan (2011 silam) dengan minimal 5000 – 8000 kata per artikel. Sekedar informasi, media berlabel “tabloid” itu lembar halamannya tuh jembaaaaar banget. Kalau kelingan dan dirasa – rasa, berkat lulus dari TK-lah akhirnya bisa loncat ke grup sana – sini “jetseeeet”. Mpreeeeet, hahaha.

My typical skin : Having dry skin (face and body — sometime, dehydrated skin). Large pore (nose area). Little acne & milia in specific area. Since I moved to Pare gets like uneven and dulls skin tone (kusyam, belang bok!).

By the way, my small skin experiences (again and again, since I moved to Pare) that I felt my allergic syndrome already decrease even my skin over dry now. Tuhkan yakin aja deh pasti ada hikmah di balik kejadian. Pindah ke Jawa Timur, kulit yang kadang suka gatelan malah hilang. Ojo nggrundel aeee! Hahaha.

Kalau lagi cuek banget kadang kulit keringnya bisa sampe kelupas-kelupas.

Okeh, yang sudah pasti (dan persistent) dilakukan hariannya adalah minum aer putih 1 – 1,5 liter, ditambah lagi konsumsi aer kopi (hahaha), aer rebusan jahe atau aer lemon dan madu setiap paginya (Jamaah Ustad Zaidul Akbar mana suaranyaaaa??) sampe kena aer wudhu sholat sunah atau wajib yang ngga perlu banget dijabarin ke netijenlah ya.

But honestly I have more undisciplined action too, for example on-off workout, a bit consume vegetables or fruits and long stay up in the middle night. Padahal kebayang kalo rajin veganfood dan no begadang-begadang club pasti jauh lebih sehat ceunah. Come on.

Selain itu bagaimana dengan mindfulness / psychological health? Makin hari ternyata makin buanyaaaak ya perubahan cara pandang. Salah satunya yang sering kepake coba ‘membalik mindset’. Kapan-kapan deh coba sharing.

Di slot ini hanya akan ketemu beauty things and support vim-nya aja ya.

I really happy share what I felt about beauty things. Hoping my skin and mind (literally) well-being day-by-day, because more I write more I realize. Eliiiiing. Muaach.

__________

Suguhan menu ini sebenarnya untuk menghibur diri karena resign dari kegiatan IIP dengan perasaan amat-sangat terpaksa.

Pare, 16 September 2019 | 01:42am

Random Rhythm [22 – 29 Agustus 2019]

Masya Allah, tabarakallah.

Kalau belakangan sering sharing berbagai macam kegiatan bareng krucils, ya kerennya menjelma sebagai support system anak alias membersamai anak gitu ceunah (Meskipun jujur aja masih jauh dari label perfect Bubun). Nah, bolehlah sekarang akuni publish rentetan Jurnal Syukur.

Bagaimana cara menghidupkan hari, salah satunya kudu banyak – banyak bersyukur. (Iya, teorinya siy gitu ya.) Seringnya kalau khilaf, bisa jadi aku-atau-kamu jadi mengeluh ini-itu, (pembenaran sedikit) namanya juga manusia normal bukan Ibu atau Bapak Peri. Iya situ juga yang baca, kadang melalui masa ‘itu’ juga kan? Masa dimana lemah-letih-lesu menyerang.

______

Jurnal Syukur : 22 – 29 Agustus 2019

“Amaziiiiiiing, it feels like a rollercoaster!” Sampai dengan Agustus 2019 ini beberapa hal jadi steping stone untuk my super experience, super Alhamdulillah tentunya. Bukan lagi didominasi tentang apa yang kita miliki secara kebendaan, namun jauh dibalik itu. Orang bilang yang kasat mata, ceunaah.

Alhamdulillah, 25 Agustus 2019 kemarin English Studio tepat berusia lima tahun. Iya, kali ini lebih nyaman “merayakan hari jadi dalam diam”. Maksudnya, diam – diam sudah achieve goals. (Ingeeeeet! Tentang goal itu emang kudu jamak, jadinya GOALSSSS yang dibuat fokus supaya satu-per-satu terjawab.) Alhamdulillah ya diam-nya bukan diam – diam goalnya kabur. Hahahaha.

Slot lain. Alhamdulillah, urusan per-notaris-an yang njelimet untuk pemilikan gedung  sudah beres. Sisanya tinggal kalkulasi biaya pembangunan tahun 2020 depan. (Kode keras nih, barangkali ada investor masuk) BISMILLAAAH. Tidak ada yang tidak mungkin selama Allah izinkan, simple aja kan. Perbanyak doa dan ikhtiar terus. Membuat wadah yang berlabel “mencerdaskan anak bangsa” ini (aiiissssss bwerat) menjadi tantangan sendiri, begitu sekiranya. Banyak hal yang kudu konsisten dalam track.

Selanjutnya, bagian terawam adalah dikasih melek urusan pembagian harta waris di notaris beberapa hari lalu. Ya, barangkali ke depannya di keluarga sendiri membutuhkan. Ternyata penting juga melek tentang ini.

Satu berkah bisa makan malam bareng diselingi canda ibu – ibu komplek dengan berbagai latar belakang. Makan bersama di rumah dengan nasi tumpengan di tengah jadwal mereka yang bisa jadi super padat. Betapa pentingnya sesi relaksasi. Perlu diingat, jam kerja Ibu – Ibu adalah 24 Jam. Ditambah akan ada kegiatan mengaji bersama bulan depan, alhamdulillah. Balancing lyfe, memperpanjang silahturahmi.

In my hi-reflection. Memberi slot waktu untuk “mencerdaskan anak sendiri”. Diberikan report progress oleh tim observator di sekolah krucils. Okey, hasilnya anak dominan dan lebih nyaman daily language dengan English Version. Nervous. Anggap saja anugerah datang lebih awal. Menunjuk sekolah yang tepat bagi krucils adalah bagian tergembling dan sampai pada titik ini, super lega & puas.

Super happy dipertemukan akun @dapurmoci (Pare) – snack dan @lelyscake (Kediri) – tumpeng via instagram. Alhamdulillah puas banget sama rasanya. Terimakasih Tuhan telah menciptakan tangan – tangan ajaib pembuat makanan super enak di lidah dan perut.

Last but Not Least. Akhirnya nemu akun retinol person — si mbah influencer @danangwisnu . Penting-ga-penting, lagi cari tau tentang retinol atau retinoid dalam dunia per-skincare-an. Anti aging concern nih ceritanya. Di tengah terik matahari Pare yang semakin hari makin bikin kulit gosyong se-gosyong gosyongnya.

Baiiiiik. Jurnal Syukur udah, terus gimana sama Wish List? Ya itu mah dikantongi sendiri dulu aja.

Be grateful. Because God always surprise me a lot.