Masih di “Museum” (bukan makna sebenarnya_red)

Sekedar memaparkan keasikanku di hari-hari terakhir bersama sunyinya ruangan sekretariat yang akan ku tinggal lusa. Jam lima sore ini masih dengan seragam biru kebanggaan, ditemani suasana ruangan yang semakin dingin dan suara berisik dari televisi cembung 32 Inch yang tergantung ditengah-tengah ruangan, hanya tersisa Ibu Pintje, Bapak Putu dan satu pria pelayan setia ruangan SPI Mas Dayat namanya.

“Berapa lama ya aku disini? Satu tahun? Tepatnya satu tahun, tujuh bulan periode Mei 2010 – Desember ini (2011)”, pikirku. Wow! Waktu yang cukup lama untuk duduk di belakang meja besar dan kursi ini sebagai sekretariat big boss dan admin bagian Umum dan SDM – SPI. Loncat ke dua, tiga daerah di beberapa bulan demi konsinyering. Kriiiik.

Masuk ke dalam ruangan di lantai enam pada sebuah gedung setinggi 12 lantai menjulang, Mei tahun lalu dengan rekan kerja baru, Hervina Siregar dan Hendra. Masih jelas ku ingat, saat pertama kali masuk, seminggu pertama kegiatan kami hanya menonton televisi dan aku berinisiatif membaca koran “Kompas” yang ku rebut dari Mas Dayat, hahaha. “Tarik nafaaasss, tahaaan”, hahaha. Dan saat itu, aktivitas di ruangan masih sangat sepi, bahkan sampai seminggu-pun belum melihat atasanku “Bapak Tri masih ada pelantikan jabatan di Bandung…”, itu yang masih jelas ku ingat kata-kata dari Ibu Pintje. Wajarlah ya perasaan deg-degan belum ketemu atasan. hahaha. Melihat sekeliling, lihat lagi, semakin diamati lagi, old-school ya. Ini salah satu perangkat ajaib, yang ternyata masih layak dan masih diperlukan untuk membantu pekerjaanku.

image

Suka sih sama hal-hal yang classic, vintage, tapi ini terlalu. hahaha. Dan lupa merk mesin ‘ajaib’ ketik ini, tahun berapanya pun lupa (penting yak, Nya? hahaha) Oke, bulan ke bulan udah dilewati, dan masih disini, masih di museum. Bekerja dengan lingkungan orang-orang yang sudah berumur diruangan ini, mereka sudah kuanggap seperti orang tua sendiri, kedekatanku seperti anaknya. Banyak pemikiran-pemikiran ajaib yang kuterima, yaiyalah mereka sudah ahli, khatam memakan asam garam idup, caelaaaa.. termasuk wejangan – wejangan didalamnya yang ku telan kadang mentah ataupun kadang tersaring, hahaha.

Dari 2010 kemudian mulai masuk 2011, masih disini, masih di ruangan ini, ruangan yang berukuran 3 x 5 m, sudut yang sempit ya, untungnya ukuran badanku cukup singset. hahaha. Banyak hal, kejadian yang aku lewati bersama ruangan lantai 6 ini, staf-staf, ataupun kisah bersama kawan-kawan satu periode (deng, deeeenggg). Ada hal yang pasti aku rindu (cerita yang cukup berlebihan ya sepertinya, haha) kegiatanku mengurus berkas-berkas yang membuatku harus sering bergerak dari lantai 2 bahkan sampai lantai 11, menyapa sekitar dengan senyum ringan ataupun dengan cekikikan dari lantai per-lantai, bahkan hinggap sebentar hanya untuk sekedar berbagi cerita (alias bergosip dengan orang-orang tua) Terlebih ruangan-ruangan terfavorite yang sering ku ganggu dengan segala macam keperluan itu, lantai 3 (Head of TVRI, weeeerrrr..), lantai 4 (Dewan Pengawas), lantai 7 (Unit Keuangan) dan lantai 8 (SDM).

Baiklah, pernah menghilang beberapa kali dari ruangan, ikut redaksi pemberitaan liputan selama berjam-jam, hahaha. Memanfaatkan peluang ruangan kosong dan kabur beberapa kali, hal yang cukup mengasikkan. Menghilangkan kejenuhan sebentar, refreshing ya. Atau tiba-tiba menjadi tukang foto dadakan dalam setiap acara konsinyering di daerah, double job.

image

Ruangan semakin dingin, suara bola ping pong dan kelakar dua orang yang bermain ping pong di depan ruangan terdengar jelas dari tempat ku duduk. Sudah lama ku sadari, semakin hari semakin menyadari seperti ada yang berkurang, ada yang kurang pas, ada yang masih ingin ku cari, seperti ingin mengurai sesuatu dan aku tahu apa itu. Sebenarnya ini kusadari sejak beberapa bulan aku bergabung disini. Cerita yang cukup menggantung kalo begini ya, Ah sudahlah, menjabarkan hal ini bisa menghabiskan 3 hari 3 malam, mungkin belum bisa selesai juga. hahaha.

Diantara sedih dan terharu mendapatkan tanda perpisahan dari staf-staf ruangan, seperangkat mukena putih dan tas tangan hijau, lucunya kalau diingat beberapa hari lalu dengan guyonan-guyonan mereka. Terimakasih Museum beserta isinya yang cukup ajaib, 🙂

Selamat sore menjelang malam.

*Maaf, jika kuibaratkan sebagai museum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: