BunSay4 JaTim2 | Kom-Prod | Level1Day1 | Bobo Siang

“My dear, you don’t have to be perfect. Be happy is a key.” ~Bund

Sesi pemanasan sudah berakhir, saatnya “the real” babak Bunda Sayang dimulai.

Baru aja gunting pita dan treatment awal sebuah permainan berlabel Komunikasi Produktif. Tantangan banget nih. Dalam waktu 17 hari diberikan kesempatan mengulik Komunikasi Produktif kepada orang terdekat di rumah. Tenang, cukup 10 – 15 hari yang perlu diungkap ke permukaan. Karena pada kenyataannya, setiap hari adalah PR yang wajib dan sudah semestinya dijalankan.

Di level 1 Day 1, saya mengangkut Kakak Alo sebagai partner terbaik. Karena beberapa hari belakangan Kakak sedang menggandrungi mainan baru, jadi perlu muter otak untuk membatasi geraknya dengan si mainan ini. Meski dengan perantara “mainan” ia jauh lebih bisa menghafal lagu baru dan senangnya bukan main dengan mainan baru, tapi saya tetap merasa Kakak menjadi lebih selfish dari biasanya.

Percakapan simple ini adalah arahan tidur siang yang dilakukan jam 11:30 tadi.

Bund: “Kakak Alo, ini udah waktunya tidur siang kita bobo dulu yuk.”

Respon Kakak: Hanya menoleh

Bund: “Kakak Alo, nanti kalo ngga tidur siang malah sore ngantuk, malem begadang deh.”

Respon Kakak: Hanya menoleh cuek

Si Mamak masih berusaha ngoyo ajak tidur siang dan menahan diri untuk ambil paksa mainannya. Tahan, tahan, tahan. Karena lagi ogah ngomel dan mau membenahi supaya Kakak ngga banyak teriak dan menangis akhirnya kudu muter otak supaya ga reang.

(Masya Allah, Tabarakallah. Foto ini diambil sebelum Bund membawakan susu full cream dan videonya klik disini)

Membuat semuanya serelaks mungkin. Sambil ajak main-main di halaman rumah dan memegang sebotol susu full cream di tangan saya.

Bund: “Kakak Alo, ini udah ada susu. Ayo bobo, yuk.”

Respon: Mulai menoleh dan mengejar Bund dengan bilang “Susu” meski masih belum mau meraih botol yang saya pegang dan masih fokus ke mainannya

Bund: “Nanti nyanyi sama main lagi ya, Kakak bobo siang dulu. Nanti sore bisa main ini lagi.” Sambil menunjuk ke arah mainan dan dalam hati menghitung mundur 5 menit lagi kudu udahan nih.

anyaenya.com_3
Masya Allah, Tabarakallah. Kakak happy.

Bund: Sambil terus usaha sabaaaar dan lihat si Anak mulai menguap, “Kakak Alo, tuh kan udah ngantuk. Ayo bobo. Ini udah ada susu. Yuk, yuk, yuk. Udahan. Selesai, selesai, selesai.” Saya baru ingat ketika bilang senjata kata “selesai” dia akan mengartikan “habis” dan mengerti time is out. 

Kakak: Meski masih betah main, karena sudah mengantuk akhirnya dia mengejar saya ke pintu dan meraih botol susu.”Ayo bobo sama susu, bismika amut.”

Yang perlu dipahami disini adalah trik akalin Kakak mengikuti bicara Bund dengan kata kunci, supaya dia bisa langsung bergerak mengikuti arahan. Kali ini saya mengartikan produktif dengan: receiver menerima pesan dari komunikator kemudian memberikan sebuah respon. Ini cerita simple saya hari ini. Sampai berjumpa besok, Ibu Hebat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.