BunSay4 JaTim2 | Kom-Prod | Level1Day3 | Meja Kerja

Mau menjadi Stay-at-Home Mom atau Working Mom? “Ah, sama saja keduanya.” Ujarku.

cropped-2.jpg

Sering kali pertanyaan semacam itu muncul. Biasanya kalimat tanya ini bisa meng-attacked secara mendadak kepada ibu baru dimana aja dan kapan saja.

Dan bisa jadi, jawabannya mengandung efek sinisme dan saling lempar alasan terkuat, meski jawab pertanyaan dengan muka senyum-senyum. Mesem aeee-lah sambil elus dada dan ucap dalam hati “sing sabar nggeeeeeh”.

Tapi eh tapi, bukan ini yang saya mau bahas dalam artikel tugas Bunda Sayang bagian Komunikasi Produktif. Siang ini meski judulnya hari Minggu tapi tetap saya dan suami mesti berangkat ke kantor sore ini untuk mengurus meeting mingguan bersama tim menjelang periode baru.

Sebelum jadwalnya tiba, dari pagi justru kami umek aja dengan tugasnya masing-masing. Iya, maklumi ya garap usaha sendiri. Semua masih serba gercep atasi sendiri.

Karena duo krucil udah heboh dari pagi jadilah ala-ala meja kerja langganan di rumah terboikot keadaan, eh terboikot anak-anak.

Beginilah percakapannya:

Pap: “Bund, meja kepake semua ya? Ini anak-anak rame dan nongkrong semua di meja belakang. Mau koreksi tugas nih.”

Bund: “Lah emangnya kenapa ngga di karpet aja, kertasnya banyak banget pula.” Ohya baru inget, karena perut seksi suami yang one pack jadi agak sesak kalau mesti koreksi tugas dengan melantai.

Pap: “Janganlah kasian, nanti aku masuk angin kelamaan di bawah. Aku pinjam mejamu ya, ya, ya?” Sambil guyonan merengek ini. Seketika langsung geser perangkat dan dia udah mojok di depan meja kerja si Mamak.

Bund: “Yoweslah biar deh aku mengalah, pindah ke kursi depan aja.” Udah semacam lagi kerja di co-working space. Mini space ala kadarnya.

Pap: “Bund, sepertinya kamu butuh kursi ergonomis deh. Kalau terlalu lama begini bisa bungkuk tulang belakang.”

Bund: “Ohya, masa iya ya. Insya Allah nanti ya kalau ada rejekinya, ini yang penting meja aman….,”

Pap: Tiba – tiba menyelak, “Aman, tentram, keluarga adem ayem. Jawaban yang sudah bisa aku duga.” Dan seketika ketawa ngekek bareng.

Dokumentasi video klik disini, matur tengkyu.

Bentuk romantisme itu anggap aja dengan memberikan meja kerja yang biasanya paling ogah dishare dengan suami atau dirusuhi anak-anak. Jarang – jarang nih, langka.

___________________________________

Sungguh, saya merasakan keduanya. Menjadi Stay-at-Home Mom iya dan separuh menjadi Working Mom juga iya. Tak usahlah menjadi bahan “debat kusir” karena keduanya memiliki keruwetan dan kelebihan masing-masing. Kita tidak pernah tau alasan di belakang setiap super mom memilih the right choice-nya. Suwer deh.

Yang penting kita masih satu visi dan misi menuju track Ibu Hebat, menghebatkan masa depan keluarga dan menghemat belanja (Hebat dan Hemat #Eh) itu aja yang di pegang kencang – kencang kunciannya ibu – ibu. Gimana Bu Eko, masuuuuuuk???

Salam “Semangat Kerja Tugas!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.