BunSay4 JaTim2 | Kom-Prod | Level1Day4 | Ke Dokter Anak

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. -HR. Muslim no. 2573

Berkeyakinan sekaligus menghibur diri dengan sepenggal pesan diatas, supaya bisa lebih stroooong. Kalem aja, nanti juga anak-anak sembuh.

Dalam dua hari ini secara bergantian virus demam menyerang Adek dan Kakak, susul-menyusul dengan diare. Si Mamak kudu gesit-gesit loncat sana-sini untuk tangani. Alhamdulillah, keduanya sudah berangsur membaik.

Karena sesungguhnya se-strong-strong-nya seorang Mamak tetap butuh bantuan tangan orang lain juga untuk melengkapi, kali ini tetap menghidupkan peran suami di dalamnya.

Beginilah percakapan:

Bund: “Pap, ini kyenya gantian butuh ke dokter juga si Kakak karena ko keliatannya lesu abis diare.”

Pap: “Iya, langsung bawa aja. Yawda kita langsung ke dokter aja deh”. Kakak yang lemas karena diare 4 kali yang cukup menguras isi perut.

Bund: “Inget ya, Bapak ngga ikutan cranky kalo anak di luar rewel. Arahin ngobrol atau ajak main, sebisanya supaya dia happy. Ngga usah panik, relaks aja.” Wejangan keluar rumah dari Mamak seperti biasa sebelum pergi.

Pap: “OK, OK siap.”

Bund: “Kakak, nanti sampai di dokter boleh rewel tapi sebentar aja ya. Karena kita ke dokter supaya Kakak sembuh, Kakak kan pintar ya. Kita di dokter sebentar aja ko.” Setelah selesai kasih pesan ke Bapak, sekarang giliran ke Anak.

Sama seperti kemarin saat Adek sakit, tinggal copy paste aja. Pergi ke Dokter Soerjatmono yang biasa dipanggil dengan nama beken “Dokter Sur”. Ibu – ibu area Pare ada yang pernah kesini juga ngga?

Untung Mamak sigap udah daftar dari sebelum buka, rajin bangeeeet kan. Jadi, ngga perlu nunggu lama pas antri giliran masuk. Alhamdulillah, sugesti yang dikasihkan ke Bapak dan Anak berhasil. Good job! Di dokter ngga perlu nunggu lama, Bapak Anak aman juga. Mamak happy kalo gini. “Gitu dong kan Mamak jadi ngga perlu migrain atau senewen mendadak. Makasih ya kalian berdua.” Ini closing statement Mamak ke Bapak dan Anak pas kita sudah sampai rumah.

Tunggu, belum selesai disitu bu. Masih ada PR menanti, apa tuh? PR kasih minum obat untuk Anak, yang kabur atau nangis sopran kalau minum obat. Hahahaha. Sampai berjumpa di cerita selanjutnya, Ibu Hebat.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.