BunSay4 JaTim2 | Kom-Prod | Level1Day11 | Adek Me-Lego

Tugas bu, tugas ojolali.

Alhamdulillah setelah sembuh dari sakit, belakangan Adek menjadi sehat dan segar bugar kembali, sangat aktif dalam banyak gerakan. Bisa lari loncat sana – sini, dorong meja – kursi sampai angkat – angkat pot bunga Mamak. Segala aktivitas fisik yang membuat lengan anak cowok ini makin kekar saya rasa. “Okeh, finally my boy is back!”

Komunikasi Produktif kali ini sambil membersamai Adek bermain lego. Ujug – ujug karena sering melihat di ruangan dokter anak hampir kebanyakan menyediakan permainan lego, jadi ikutanlah cicil perlengkapan mainan lego anak. Ya, yang murah meriah aja dulu, ndak usah beli yang perkayuan dulu karena pasti mesti ngintip dan hunting via online shop. Belum sempat, maaaaak.

Lego – lego – lego adalah permainan yang dicari Adek ketika bangun tidur sampai mau tidur. Dia lebih senang menyibukkan dirinya dengan utak atik kubus – kubus plastik ini.

Mamak jadi lebih happy karena dikutip dari pernyataan Dr. Ratih Ibrahim sebagai psikolog bilang, “Imajinasi dan kreativitas anak pun berkembang melalui cara membuat bangunan, mengombinasi warna, dan lainnya.” Nah, salah satunya dengan lego. Perlu disupport nih si Adek, namanya juga orang tua belajar kasih stimulasi ke anak ya.

anyaenya-com_komprod11
Masya Allah, Adek yang sedang heboh dengan mainannya.

Adek : “Lego, lego, lego…”  Sambil oprek – oprek mainannya

Bund : “Adek udah sehat ya, senang Bund lihatnya. Pas banget Yangti sama Akung dateng kamu sehatan. Alhamdulillah.”

Bund : “Iya, Bund senang Adek jadi mau makan banyak lagi, aktif lagi. Semoga kita sekeluarga dikasih sehat terus ya sama Allah.” Sambil melihat Adek masih mainan di depan Mamak

Bund : “Adek suka banget main lego ya? Bund baru bisa belikan yang ini. Besok insya Allah Bund sempatkan cari yang kayu – kayu ya seperti yang ada di Ruangan Dokter Rusmala itu. Bagus ya.”

Meski si anak dua tahun ini belum bawel tapi saya meraba dari gesture dan ekspresi wajah cerianya dan sering kali tiba – tiba kebiasaan Adek yang ngga pernah malu – malu untuk memeluk hangat sekaligus mencium pipi dan kening Bund. Mudah – mudahan bisa sampai besar berekspresi seperti ini dengan Mamaknya. Hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.