BunSay4 JaTim2 | Melatih Mandiri | Level2Day8| Belajar Berenang #8

Semenjak perkenalan Kakak dengan kolam renang dari usia dini, sampai sekarang ketagihan untuk selalu berlama – lama di dalam kolam. Entah kolam renang plastik di rumah atau kolam renang sesungguhnya. Tapi bukan kolam susu -nya Koes Plus ya, Ibu-Ibu.

Men-Treatment Anak Renang

Karena melihat Kakak lebih berminat di kolam besar kalo nyemplung, akhirnya Mamak inisiatif untuk belikan pelampung tangan. Supaya bisa lebih bebas bergerak dan mudah menggerakkan kaki.

Ternyata baju renang juga punya andil dalam kenyamanan renang, kalau terlalu sempit bisa sesak di dalam air. Kalau kelonggaran juga sulit bergerak bebas. Yang pas – pas saja, cukup.

anyaenya-com_melatihkemandirian_day9a
Masya Allah, Kakak berani berenang sendiri

Tips Beranikan Anak Renang

Kakak masuk kolam renang perlahan dibantu Bund, setelah pemanasan sambil memegang tangannya kemudian perlahan melepaskan pegangan. Wesss, gayamu pol mau lepas tangan Bund ya, ayo bisa.

anyaenya-com_melatihkemandirian_day8_ab
Masya Allah, Kakak renang dengan pelampungnya

Setelah menyakinkan diri kalau anak bisa dilepas barulah perlahan dia menggerakkan kakinya, seraya memiliki kebebasan mengambang diatas air. Good job!

Meski anak maunya selalu menjauh dari jangkauan, tapi Mamak selalu waspada untuk perhatikan gerak – geriknya. Kalau terlalu dilarang dalam pegangan, Kakak pasti protes. Kalau pun dilepas di kolam sendiri khawatir nyemplung. Jadi Mamak tetap jaga jarak dan pandangan. Kalau jauh ditarik, kalau dekat sok – sok diulur. Pake trik main layang – layang, kudu tarik ulur terus maaaaaang.

Yang perlu diyakinkan terlebih dulu adalah si Mamak atau orang dewasa disini, yang percaya kalau anaknya bisa berenang dan akan safety, meski kecipak – kecipuk tok. Jadi, ketika melihat anak di dalam kolam juga tidak panik. Setelah itu, anak akan lebih percaya diri untuk bereksplorasi. Dan, pastikan kalau kolam renang besar terjangkau kaki Mamak, biar ngga gelegepan ajari anak.

Selama satu setengah jam di air, justru kesulitan melepas anak mentas daripada ajari melepas di dalam air. Iki piye, ndak mau mentas. Sekian cerita harian saya, besok kita coba hal lain lagi. Salam dari Kakak yang nebeng renang di Hotel Pop Gubeng, Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.