BunSay4 JaTim2 | Game Level 4 | Memahami Gaya Belajar Anak | Belajar Berbagi #6

anyaenya.com_bunsay_memahamigayabelajaranak_day8

Lucunya, Bro Sist Bersaudara pulang ke rumah eyang ternyata sepertinya bukan hanya dirindukan oleh keluarga saja, tetapi juga oleh teman – teman Alo Tsabit di Jakarta. Karena kami seringkali mondar-mandir Jakarta – Kediri alhasil anak – anak memiliki kawan bermain meski secara usia jauh diatasnya.

Berkawan Bukan Hanya dengan Sebaya

Bisa ditebak pada saat hari pertama kedatangan, sore harinya sudah ada beberapa kakak-kakak mulai berdatangan “miskol-miskol” di depan gerbang dengan panggilan “Aloo, Aloo, Adek Tsabit, Adek Tsabit..”. Wah temannya sudah berdatangan hingga di hari – hari berikutnya. Alhamdulillah ada teman main ya, bisa reunian deh mereka.

Meski bukan dengan kawan sebayanya, Bund tetap mengijinkan Bro Sist Bersaudara untuk bermain. Biasanya daripada anak – anak yang bermain keluar rumah, Bund lebih memilih untuk kawan – kawan main ke rumah eyang saja, jadi masih bisa dibawah pemantauan ya main di rumah sendiri. Hal ini dilakukan karena usia Bro Sist Bersaudara memang jauh dibawah kawannya.

Belajar Berbagi Mainan

Senjata Bund adalah mengeluarkan mainan yang ada alias seadanya untuk memancing kawan – kawan bermain di rumah. Beruntungnya bawa mainan setas, mana tau ternyata krucil malah reunian di rumah.

Karena mainan ini bukan hanya dimainkan sendiri, Bund mencontohkan untuk bermain bersama Kakak-kakak lain, masuk kedalamnya bermain bersama. Sharing mainan adalah barangkali ini jadi salah satu cara mencontohkan kepada Bro Sist Bersaudara bagaimana kita bisa bermain bersama dengan berbagi.

Senang rasanya ada banyak kawan, bisa dilihat dari wajah Bro Sist Bersaudara yang berseri dan bawel. Kakak – kakak menyusun puzzle balok, bermain puzzle kertas dibantu oleh Adek Kakak yang gerocoki terus.

Meski kadang sedikit – sedikit Adek atau Kakak masih posesif masing dari mereka memegangi balok kesukaannya. Gpp ya, namanya juga belajar sambil dicoba terus. Maklumi biasa mereka main hanya berdua pasti butuh pemanasan panjang untuk paham bagaimana mereka harus berbagi dengan kawan-kawannya.

Hari ini Kakak memahami konsep berbagi melalui permainan yang mengasah kecerdasan auditorinya mendengarkan intruksi Kakak – kakak yang main dan duduk bersama, sekaligus memainkan daya visualnya dengan mencontoh Kakak lainnya. Rumah ramai, anakpun senang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.