Wirausaha itu Berat, Kamu Ngga Akan Kuat. Biar Aku Saja! | Lain Sisi #1

Akhirnya, mengadaptasi tagline Dilan 1990 yang sudah bertebaran dimana-mana.

Saya memilih jalur wirausaha di bidang pendidikan ini bukanlah warisan tahta keluarga yang diturunkan macam tahta kerajaan keluarga Inggris. Eh iya, karena background keluarga usaha di bidang lain maksudnya. Anggap saja ya, saya berangkat semuanya dari banyak ketidaktahuan.

Kemudian berkat sedikit bekal pengalaman bekerja dengan beberapa “rumah perusahaan” sejak 2010 lalu, belajar dengan Coach dan referensi masukan dari keluarga terkait garap usaha yang terbukti sangat membantu perkembangan usaha di ranah ini.

Pertumbuhan organik ini kerasa sekali. Akhirnya saya merasakan bagaimana tergopoh – gopoh, merangkak, berdiri dan melangkah membangun sebuah usaha. Tapi tenang, insya Allah ini semua tidak membuat saya lelah sama sekali. Banyak pengalaman yang diserap baik dari segi internal sekaligus eksternal, bahkan sampai yang aneh – aneh di luar akal manusia.

Bagaimana serunya terjun langsung dalam operasional terkait personalia, marketing, sampai finance. Dari perihal tambah-kurang infrastruktur, dealing inu-anu, strategy atur dan analisa kas, tambal sulam personil, hingga hal terperinci lain. Ada saja tantangan, bermacam – macam. Dan masih akan mengamati sekaligus menikmati banyak tantangan ke depan untuk memajukan pengetahuan wira usaha saya secara personal.

ENGLISH STUDIO KAMPUNG INGGRIS PARE

ESFAMILY_1

Beberapa dibawah ini adalah tantangan yang dihadapi, diantaranya:

Personalia: Hadapi Internal Tim

Pantas saja orang Personalia HRD gampang migrain. Karena mengolah tim itu ALLAHUAKBAR! Tapi tenang, selalu ada solusi diantara kita.

Pengalaman menghadapi tim banyak keunikannya, ada saja. Kalau diingat-ingat dimulai dari tim yang merasa dirinya ter-… dan bagaimana kita perlu sabar bernegosiasi mematahkan persendian egonya. Iya, dalam buku Dale Carnegie How to Win Friends & Influence People bilang “kudu pukul kaki meja keyakinannya”.

Ada juga tim yang hobi banget gonta-ganti jadwal harian secara mendadak tanpa bertanggung jawab tentang efek dominonya, nah ini bisa jadi langsung skorsing.

Ada juga tim yang rajin undisciplined, iya yang sudah pasti tidak butuh waktu lama untuk dirumahkan. Yang gemes, ketemu tim yang sering ambegan. Pegel ih, geser aja deh. Dan masih banyak kepribadian dan hal lucu lainnya.

Tanpa mengurangi rasa cinta kepada perjuangan dan prestasi mereka, ini adalah kenyataan internal yang saya hadapi di lapangan. Ya saya juga maklum, nobody perfect. Ini juga disyukuri, karena kalian membuat saya semakin cerdik dan jeli melihat. Lembaga yang terbangun sejak 2014 ini pun masih jauh dari kata sempurna. Namun hal yang disebutkan diatas mungkin hanya sekitar 5% dari internal SDM yang anggap saja ada human error sedikit.

Tidak menutup sebelah mata, banyak juga tim yang sukses dan berhasil memerdekakan kepercayaan lembaga. Bangga dengan kerjasama, attitude dan effort-nya yang patut diacungkan dua jempol. Subjektf saya bermain, tidak heran kenapa jalan mereka setelah lulus dari lembaga ini bisa mulus dalam meraih big goals di tahap kehidupan selanjutnya.

Saya memang pribadi yang jarang berkomentar pedas, tapi sekali bertindak maka hasilnya bisa saja pedas. Sorry to say. SDM chaos bisa jadi dapat surat cinta untuk menerima kenyataan dirumahkan atau personil dengan etos kerja & karakter yang sejalan dengan nilai lembaga dapat melanjutkan perjuangan berdasarkan progress review kinerja.

anyaenya.com
Meja kerja yang dikit-dikit adaptasi racun Pinterest. Biar makin good mood.

Baik Saja Tidak Cukup, Perlu Lakukan Baik & Benar.

Ada sesi konsultasi dengan Coach yang masih saya pegang teguh dan perlu digarisbawahi bahwa dimana pun seseorang bergerak sebagai tim, mereka perlu bertindak maksimal dalam membantu jalannya blue print lembaga yang dibangun sesuai dengan draft job desk.

Jika mereka justru menyulitkan, seringkali keluar dari track hingga rejected, sudah sewajarnya lembaga melakukan review, cepat tanggap ambil solusi. Dan jika masih saja terjadi pengulangan, saya mewakili lembaga memilih tegas sebagai sikap antisipasi memberikan kartu merah di hasil akhir. Setelah tim diberikan “trust” bukan berarti bisa menyalahi aturan, bersikap menggampangkan atau seenaknya sendiri.

Tapi semua itu sangatlah bermanfaat. Berkat bantuan dari tantangan tersebut, saya menjadi lebih banyak merevisi kekuatan internal sekaligus lebih tajam mengambil keputusan. Karena deretan tantangan bisa jadi bersifat repetitif untuk mengantisipasi tantangan di depan yang lebih besar.

Orang lain boleh saja menilai suka atau tidak suka, berpendapat setuju atau tidak setuju. Sangat dipersilahkan. Sama halnya dengan saya yang juga berhak memberikan penilaian dan mengatur kemana arah lembaga dikayuh. Saya belum tentu bisa menjadi kamu dan melakukan apa yang kamu lakukan, tapi kamu juga mungkin saja tidak bisa menjadi saya atau melakukan apa yang sudah saya lakukan.

Allah always bless us in every single way. Good luck.

2 Replies to “Wirausaha itu Berat, Kamu Ngga Akan Kuat. Biar Aku Saja! | Lain Sisi #1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.