Random Jōurnal

Surat Cinta (Sangat Terbuka) Untuk Ibu Risa TKA

Pagi yang tak pernah senyap setiap Senin sampai Sabtu di sekolah Jalan Gedangsewu ini. Celoteh ceria anak – anak TK saling bersautan bersama dengan guru pendamping di kelasnya masing – masing. Akhirnya, mencoba kembali menuliskan sedikit catatan kecil yang diusulkan melalui salah satu wali murid di kelas TK A tentang ungkapan untuk sebuah kenangan manis. Duileee..

Ibu Risa, Juara di Hati. Eheeem, eheeemm.. Surat cinta ini ditujukan kepada Ibu guru kesayangan kami semua, kesayangan para wali murid dan anak-anak kontingen TK A Al Wahhab. Iya, beliau ini adalah Ibu Risa Sulistyaningrum kami ter-juara di hati.

Kurang Lebih Enam Puluh Menit Dari Kediri. Sudah jelas ibu – ibu adalah makhluk dominan yang memiliki julukan morning person. Salah satunya ya Ibu Risa, satu dari sekian banyak pengajar anak TK yang hebat di sekolah ini! Terimakasih atas kegigihanmu berjalan enam puluh menit dari Kediri menuju Gedangsewu demi membersamai anak-anak. “Terkadang sampai di sekolah lebih awal, sering juga pas sekolah masih sepi”, ujarnya saat bercengkrama.

Sat-set-sat-set, langsung akrab! Terimakasih atas dedikasi dan seluruh kesabaranmu menuntun malaikat-malaikat kecil kami di kelas. Sekilas terlihat, mudahnya mengambil hati ditambah cepat-menjadi-kawan-akrab bagi anak-anak adalah nilai lebih dari seorang pengajar. Bu, terimakasih banyak. Terimakasih sudah bersabar mengarahkan anak – anak kami sehingga membuat gelas keilmuan, kemandirian sekaligus tata krama si kecil semakin terisi dengan baik. Alhamdulillah, beliau menyempurnakan cara mendidik kami sebagai orang tua di sekolah.

Kenangan, kenanglah. Melewati dua semester ini, banyak kenangan yang terekam bersama anak-anak. Rasanya bagi kami, kata terimakasih yang diucap berulangkali pun tidak cukup untuk mengungkapkannya. Lebih besar dari itu, bu… Maafkan kami, orang tua murid dan anak-anak yang banyak merepotkan. Mohon maaf (juga) jika masih banyak tidak paham di setiap sesi pertemuan. Alon-alon asal klakon insya Allah anak-anak pasti bisa”, kata yang pernah ibu ucapkan demi menguatkan dan menenangkan orang tua murid yang terkadang gelisah.

Manis dan alpa-nya juga akan terkenang termasuk (lagi-lagi) salah seragam sekolah, khilaf datang terlambat, telat menjemput atau kadang-ingat-kadang-lupa isi pesan pemberitahuan yang disebar via grup sekolah. Iya, maaf ya bu…

(Sekali lagi) Jazakillah Khairan Katsiiran. Kami berdoa sekaligus berharap terdengar hingga langit ke-tujuh, semoga setiap langkahmu selalu diberkahi segala kebaikan, dimudahkan dalam setiap tuntunan perjalanan dan semoga kesehatan jiwa raga selalu menyertai Bu Risa beserta keluarga. Hanya doa dan pemberian bungkusan kado kecil ini sebagai perwakilan rasa sayang kami. Mudah-mudahan bisa membahagiakan sebagai buah kenangan.

With love,
Perwakilan orang tua dan murid kontingen TK A Al Wahhab

Gift’s photo taken by Mama Zea

Pare | Kamis, 1 Juni 2022 | 11:05am

Si kadang-kala-serius-sering-kali-bersenda-gurau.

Leave a Reply

%d bloggers like this: