Site icon anyaenya.com

Skin Cycling – Kinclong Duniawi

Usia boleh bertambah, tapi kerutan semoga bisa tertunda. Hehehehe.

Nyas, banyak trik bagi perempuan untuk menghargai diri-sendiri baik dari segi lahir dan sisi batin. Kali ini aku akan memberikan sedikit ruang berbenah kepada si lahiriah. Ya, anggap saja aku sedang menjaga dan mensyukuri apa yang diberikan oleh Yang Maha Esa termasuk merawat kulit wajah ini supaya jauh dari kata tandus ((( MASOOOK YGY. Hahaha ))) Jadilah, kebutuhan perkulitan dipoles ben kinclong.

Okeh ini saatnya show-show-show. Hahaha. This is the latest about my skin conditions : Tipikal kulit wajah ini normal cenderung kering yang mudah gosong, area t-zone saja yang produksi sedikit minyak. Milia dan flek adalah teman baruku. Tidak sampai disitu, garis halus smiling line semakin “dekok”, angka sebelas samar terlihat di area dahi sekaligus garis halus sekitar mata. Aku juga semakin akrab dengan pori-pori lebar di area kanan-kiri hidung. Oh dear my uneven skintone but it’s okay, I love my blemish skin.

Untuk perempuan yang tidak terlalu hobi make up seperti aku (( yaaa paling banter pake lipbalm/perona bibir kalo inget, ngalis dikitlah dan bedak tabur )) membuat konsentrasi beralih ke skin barrier. Akhirnya aku menemukan jawaban tepat, setelah melewati masa tarik-ulur tentang pemilihan bagaimana teknik ternyaman merawat rupa normal-keringku ini. Nah, caranya dengan menerapkan metode skin cycling secara rutin. Jujur saja sebenarnya sehari-hari pun sudah melakukan rutinitas perlindungan kulit tapi kadang tingkat konsisten yang on-off dan penerapan produk yang kurang tepat guna sampai akhirnya tergugah mengaplikasikan trik jitu ini. Oiya, pola skin cycling ini juga sempat lama digaungkan dan menjadi hits sekaligus trending TikTok yang dibahas lengkap oleh dokter spesialis dermatologi asal New York, Dr. Whitney Bowe.

Apa sih teknik skin cycling ini? Sederhananya saja, kamu merotasi tahapan pemakaian skinker dengan mengaplikasikan 4 (empat) treatment skinker di malam yang berbeda. Diantaranya ada malam eksfoliasi, malam retinoid, malam pemulihan dan hidrasi kulit. Nah, aturan cara ini tuh dilakukan konsisten setiap hari sampai mendapatkan hasil sesuai target personal parasmu, Nyas. (( Paras banget ngga tuh pemilihan katanya HAHAHA ))

Terus, bagaimana dengan siang harinya? Wajib menggunakan sunscreen di urutan penggunaan skinker. Pilihanku cocokable dengan physical sunscreen. Hanya saja produk yang digunakan sekarang ada sense whitecast’ nya gitu. It’s okeylah, ndakpapa.

By the way, kalau perputaran skinker di aturan mainku benar-benar harus terjeda, Nyas. Porsi di “malam hidrasi” dapat lebih banyak dalam seminggu dibanding yang lainnya, karena ini disesuaikan juga dengan penerimaan kulitku yang kudu smooth gitulah. (Bisa cek di Tabel My Daily Skin Cycling).

Bersyukur juga ya metode seperti ini dilakukan malam hari supaya penyerapannya lebih maksimal. Tapi sebenarnya sih, kalau jawaban paling tepat versi aku adalah me time Mamak di malam tuh lebih panjang. Ya, jadi mengaplikasikan skinker lebih nyaman tanpa dirusuhi bocil dan setelahnya bisa langsung tidur nyenyak.

Kemudian, bagaimana hasilnya sekarang? Terus terang saja kulit terbukti lebih fresh, sehat dan membaik. Beberapa realisasinya itu dari noda jerawat kelar PMS lebih cepat mengering-memudar, tekstur permukaan kulit benaran jadi ndak terlalu kering seperti sebelumnya. ((( Lembaplah ))) Alhamdulillah, dengan ritme ini benaran paling nyaman di kulitku untuk dilakukan setiap harinya.

My Daily Skin Cycling

Day 1Day 2Day 3Day 4Day 5

Malam
Eksfoliasi
Malam
Pemulihan & Hidrasi
Malam
Retinoid
Malam
Pemulihan & Hidrasi
Malam
Pemulihan & Hidrasi

Catatan : Aku melakukan tahapan Day 1-2-3-4-5, kemudian Day 6 kembali lagi melakukan tahapan Day 1 sampai dengan 5. Rotasi ini dilakukan day-by-day secara kontinu sampai dengan target kulit membaik. Personal targetku adalah yuhuuuuu, mamak anti aging. Hahaha.

Malam Eksfoliasi

Aku si yang kadang khilaf melewatkan eksfoliasi. Tau kan efeknya bikin kulit wajah ngga maksimal nerimo gusekan skinker meskipun tap-tap serum kita rajin tak berjeda. Makanya, langkah ini menjadi salah satu bagian krusial untuk mengkick out timbunan kulit mati. Apalagi aku pakai physical suncreen dengan tambahan whitecast, bisa terbayang kan tuh tebalnya. Residu-residu yang masih kekepan sama kulit muka beneran tidak cukup hanya dengan double cleansing aja ternyata, jadi kudu ditambah usaha ekfoliasinya minimal 1 (satu) minggu sekali.

Inilah skinker yang aku gunakan dan urutannya di Malam Eksfoliasi:

Tiga jenis eksfoliasi ini aku gunakan secara bergantian. Kenapa? Karena lagi-dan-lagi dilihat berdasarkan bagaimana kondisi kulitnya. Kali ini, memang yang paling sering aku gunakan adalah toner Benton BHA dan sudah repurchase sampai botol ke-2. Super gentle.

Kalau kondisi kulit non jerawat, barulah memberanikan diri pakai The Ordinary AHA BHA ((( Yah, bertahan kurang dari lima menitanlah, buru-buru cuci muka hahaha ))) Kuncian lain setelah menggunakan eksfoliasi adalah pakailah moisturizer yang super melembabkan. Kebetulan hampir 5 (lima) bulan belakangan baru habis loh si RNA Power ini, super moist ya cocok banget untuk muka kering dengan target anti aging.

Gini nih, hal yang paling membagongkan kalau cocok dengan produk yang agak pricey, kudu cek anggaran dana. GAWAT! ((( Inilah mungkin yang dinamakan “cerah di wajah dan hati namun kadang ndak cerah di budget” Hehehehe ))) Disisi lain, penasaran juga dengan produk mousterizer anti aging lain apalagi kudu dapat skinker yang mudah dibelinya 1×24 jam ketika produk itu menipis atau habis. Hahahaha.

Oiya, di tahap ini selalu mau-tidak-mau memaksa diri untuk rajin cleansing-mousterizing-sunscreen di pagi harinya.

Malam Retinoid

Next, my retinoid night. Inilah skinker yang aku gunakan dan urutannya di Malam Retinoid:

Ngendus kandungan yang berbau retinol adalah jenis yang diburu untuk anti aging. Aku cocok dengan tipe toner retinol dengan kadar terendah. Sebelumnya pernah mencoba tipe krim meski dengan persentase retinol terendah pun malah breakout, jadilah prefer toner aja.

Kebayang ya, sudah beberapa bulan masih nyaman dengan toner dan belum tertarik dengan krim/serum bahkan ke hi-level si adapalene. Tunggu-oh-tunggu, disini saja dulu masih aman. Dari retinol inilah “perlahan tapi pasti” banget efeknya dari jerawat dan komedo berangsur hempas dan percaya-ngga-percaya sih kulit kenyal bonus tone up kulit lebih cerahan yeee. Udah jadi obat kinclong duniawilah si retinol ((( ASEEEEK ))). Ingat ya, masih sama dengan penggunaan eksfoliasi, setelah aplikasi retinol muka itu wajib basah serum dan moisturizer ya (((( Mending gitulah daripada breakout ye kan ))))

Tidak lupa juga, untuk membuat usaha ini semakin maksimal jadi basic daily skincare-nya kudu rajin dan bener dulu dari cleansing-mousterizing-sunscreen.

Malam Pemulihan dan Hidrasi Kulit

Waktunya wajah istirahat dari chemical thing yang sifatnya strong dan saatnya untuk memberikan kulit ramuan yang lebih menghidrasi. Kalau membayangkan part ini tuh maunya pakai produk yang adem-adem aja, diantaranya aku pakai ini:

Aku pilih Alpha Arbutin sebagai serum hidrasi andalan. Ini karena selain bikin adem hati sama muka ((( Hehehe ))) dia juga punya fungsi anti kusyam dan hilangkan post inflammatory hyperpigmentation alias noda bekas jerawat. Kompleks yeeee.

Selain itu, ada satu lagi yaitu water sleeping mask yang menjadi holy grail banget. Dulu pernah salah cara pakainya, kulit polosan langsung dipakaikan sleeping mask jadilah wajah kena sensasi dingin sekaligus juga ada esensi cekit panasnya ((( Duh, kira-kira nyampe ngga tuh pesannya ))) Tapi setelah memperbaiki cara pakainya seperti urutan yang aku sebutkan diatas, wah hasilnya enak banget sih. Muka beneran adem, calm dan keliatan sehat gitu besok paginya.

Tapi jangan salah ya, pakai ini ternyata ada juga minusnya diantaranya posisi tidur jadi modelnya kayak mumi dengan telentang doang aja gitu bisanya ((( daripada mubazir itu settingan muka kalau kena bantal ))) dan satu lagi sih dari sisi budgeting. Hahahahaha

Daily Skincare

Ini dia nih, perintilan yang belakangan dipakai setiap harinya :

Apa yang paling fundamental banget di skinker pagi? IYAAAA, SUNSCREEEEEN! Setuju banget sih, apalagi untuk muka gampang gosong ini udah paling bener wajib pakai deh. Sempat berpindah-pindah hati sampai akhirnya nemu yang klik dengan si dia Innisfree bonus tone up yeee dan sekaligus juga bisa buat badan. Meskipun kadang pegel pas mau solat atau balik nyepedaan kudu pake milk cleansing dulu biar bersih bebas residu tapi ndakpapa deh, biar safety.

Berdasarkan data Intage 2019 yang dilakukan oleh Shiseido Study Research, bahwa banyaknya pengguna tabir surya di Indonesia masih tergolong sangat rendah karena hanya mencapai dua persen saja ((( Dikutip dari Kompas.com ))) Please kamu ngga termasuk di dalamnya kan? Sepertinya sunscreen menjadi salah satu yang memperlambat penuaan dini termasuk flek wajah. Ditambah lagi, cahaya matahari Pare tuh Allahuakbar ya alhasil sunscreen menjadi senjata utama. Eh, kalo kamu lebih cocok sunscreen yang mana : physical, chemical atau hybrid ?

Sejauh ini semua produk yang dipakai aman dan awet ya kecuali seharian kadang ada juga hawa menunda cleansingnya padahal sudah tau kadang ada bintik-bintik merah di muka kalau telat membersihkan semua yang menempel di muke. ((( Hawa malas, please jauh-jauh deh kamu. ))) Oiya, sebenarnya aku juga punya satu trik sih untuk menentukan testing-testing produk apa yang cocok di muka supaya bisa lebih hemat dan ngga mubazir. Klik disini caranya :

Nyas, aku sering selftalk kalau keriput yang terarsir, kusem gosong, jerawat atau permasalahan wajah lain yang muncul itu bukan musibah, tapi kalau bisa disyukuri dengan lebih rajin dirawat itupun tidak ada salahnya. Karena apa yang diupayakan hasilnya untuk membahagiakan diri sendiri juga. Semoga kegiatan me time ini bisa terus bikin muke kinclong, sehat dan menunda kedatangan keriput sejak dini woy. Hahahaha.

Salam anti aging, muaaah.

Exit mobile version