BunSay4 JaTim2 | Game Level 2 | Aliran Sayang | Melatih Kemandirian

“Rupanya benar ya kasih ibu sepanjang hayat. Kemudian apa yang mestinya saya renungkan?” Sambil bengong menelaah.

Jujur saja, tidak ingat bagaimana Ibu saya menanamkan ilmu mandirinya secara step-by-step pada saat usia saya masih balita (Bawah Lima Tahun). Dari kegiatan Melatih Kemandirian bersama Anak kemudian makin lama makin jauh meresapi.

Banyak pemikiran terlintas salah duanya adalah “Bagaimanakah sebaik-baiknya cara mendidik Anak, apakah sikap saya sudah benar?” Atau melintas, “Sepertinya Yangti satu langkah lebih baik dalam mendidik anaknya dulu daripada saya yang masih banyak khilaf dan jauh dari sempurna.”

anyaenya.com_melatihkemandirian_aliransayang
Masya Allah, nikmat Allah manalagi kau dustakan. Rejeki Allah begitu luas termasuk rasa sabar.

Mamak Bekali Diri sebagai Contoh

Orang tua adalah sample bagi keturunannya. Bebenah diri menjadi satu pilihan Mamak untuk memulai games.

Kalau input Mamak bagus, insya Allah ke anak-pun hasilnya bagus tidak masalah meski bergerak perlahan dalam proses. Seperti pada kegiatan untuk Bro Sist Bersaudara, sebelum memulai Mamak membriefing diri sendiri terlebih dulu dengan strategi meski untuk hal yang sederhana seperti membereskan mainan.

Kalau Mamak tidak pintar-pintar atur strategi, Bro Sist Bersaudara tidak antusias mengikuti arahan. Demi menjaga antusias emang kudu pakai trik. Hehehe.

Merasa diri belum maksimal mengajarkan rasa mandiri pada anak, semoga selalu diberikan kesempatan untuk perbaikan dan membersamai.

Ketika Sabar adalah Kuncian Mendidik

Dimana ya Mamak mencari bekal sabar dan ikhlas yang luas dalam melatih anak – anak menjadi lebih mandiri? Pernah bertanya kepada Yangti kemudian beliau menjawab, “Ini semua didapat dari pengalaman untuk jadi lebih baik setiap harinya.”

Terimakasih Gusti nu Agung, percayakan genggaman Kakak dan Adek di tangan saya. Mudah-mudahan selalu bisa menemani sejak jejak merangkak hingga kalian terbang meninggi. Semoga kita bisa sama – sama saling menjaga sabar untuk selalu harmoni.

Penutup aliran rasa ini,

anyaenya.com_quotes
Tentang kesabaran : Pesan masuk dari salah satu kawan untuk sebuah juang rasa sabar.

Terimakasih Bunda Sayang Institut Ibu Profesional, selalu memberikan pencerahan untuk membuat Mamak satu ini menjadi lebih “berpikir dua kali” mengekplorasi kegiatan bersama Anak dan keluarga sehari-hari.

Bekal materi ini, seperti bala bantuan mata angin kepada aktivitas Bro Sist Bersaudara menjadi lebih beritme alias teratur, mengurangi random hingga pengetahuan rasa konsisten. Salam hangat untuk semua Ibu Hebat. Sekian.

___________________________________ Terimakasih atas apresiasinya Institut Ibu Profesional:

Badge Dasar - LV. 2 - MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
Badge Dasar – LV. 2 – MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
LV. 2 - MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
LV. 2 – MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
ALIRAN RASA - LV. 2 - MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
ALIRAN RASA – LV. 2 – MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

BunSay4 JaTim2 | Melatih Mandiri | Level2Day14 | Tentukan Beli Mainan #14

Toko perlengkapan alat tulis itu selalu menarik, ada aja pasti yang diborong. Ini nih, contohnya ada yang ngintil ikutan Bund ke stationery yang awal mau cari papan schedule. Alhamdulillah, iya beneran dapat papan, papan mainan Adek tapinya. Hahaha.

Ketika Anak Membidik Sasaran Mainan

Masuklah ke dalam toko dan langsung menuju ke bagian papan – papan tulis putih  berjejer di sebelah kanan belakang. Sambil menuntun Adek yang terlihat arah pandangnya seperti menjelajah rak – rak.

Rasa penasarannya yang tinggi, berusaha mendekat kemudian menjauh. “Oh, mungkin penasaran dan tidak suka.” Mamak ini nyeletuk dalam hati. Dari sebrang area papan berdiri rak – rak mainan yang memang lebih mencolok dari segi warna, so colorfull. Rupanya disana ada rak – rak mainan yang menarik perhatian Adek. Ini terlihat dari gesturenya yang menarik gandengan Bund untuk bergeser tempat.

Sekali lagi ditarik – tarik ke arah mainan.

Okelah karena barang yang Bund cari kebetulan ngga ada, alhasil langsunglah menuju lokasi bidikan Adek yang sedari tadi seperti tidak sabar. Berjalan sendiri takut, jadi apa daya tarik tangan Bund terus.

anyaenya-com_melatihkemandirian_day14
Mulai berani menentukan mainan sendiri yang dibeli, Masya Allah Tabarakallah.

Memilah Mainan

“Begini toh anakku kalau mau pilih mainan.” Sambil memperhatikan gerak – gerik Adek. Maju mundur sambil menjelajah pandangan dari sudut ke sudut, mungkin mencari mainan yang pas menurut seleranya. Ada beberapa mainan yang dipegang kemudian dikembalikan ke lantai, bukan ke slot raknya. Bisa jadi tandanya Adek kurang menyukai ya.

Sampai pada akhirnya nyampe deh pegangan Adek di slot mainan papan. Di sana berjajar papan dengan variasi puzzle buah, angka, alphabet, hitungan dasar hingga puzzle bentuk. Sepertinya dia menyukai puzzle bentuk dengan warna – warni beragam. Karena sedari tadi setelah pegang dan taruh, hanya mainan ini yang tidak diturunkan ke lantai. Gini toh ya rasanya lihat anak kecil menentukan pilihan meski kita belum paham betul apa yang mendasarinya memilih sesuatu. Selamat Adek atas progresnya, sambil cengar cengir Bund ke kasir.