BunSay4 JaTim2 | Melatih Mandiri | Level2Day13 | Makan Es Kembar #13

Sore ini, Adek yang ikutan Bund main ke office diboyong beserta Kakak dan Mba-nya pula. Ajang main ke tempat kerjaan Bund ini saya rasa menjadi satu hal yang dinantikan bagi mereka. Terlihat begitu melewati pagar depan, ekspresi mereka langsung berubah dengan air muka yang happy. Lari kesana dan kemari, iya keduanya yaitu Bro Sist Bersaudara.

Dua Mangkuk Ice Cream Kembar

Setelah sekitar sepuluh menit berada di area office, Kakak langsung menagih untuk minta “esgrim, esgrim..” Rengek Kakak terus meminta. Tanpa basa basi yang lama, akhirnya inisiatiplah pergi ke toserba yang tidak jauh dari gedung, selang 4 rumah ke Barat, eh apa ke Timur ya.

Kakak dengan pilihan ice cream cokelat, menyusul juga dengan si Adek yang sudah dipastikan ngga mau kalah. “Pasti mau juga nih Adek, daripada berebut mending dibelikan sekalian.” Ujar Mamak ini dalam hati biar aman.

Ice cream selalu menjadi makanan terfavorite sebagian pecinta es yang bisa menyerang orang dewasa maupun anak kecil.

Ciyeee, Duplikasi Kakak

anyaenya-com_melatihkemandirian_day13
Masya Allah, si anak lanang makan ‘eskrim’ non belepotan. Juaraaaa.

Karena Kakak makan tanpa disuapi, cuma diperhatikan dengan berjarak dan disiapkan tissue, segera menghadang kalau belepotan. Rupanya, Adek juga ikutan tanpa mau disuapi “es, es, es, colat, colat..,” Bicaranya kesenengan. (Cokelat_red)

Suasana hening, iya lagi makan aja hening. Coba kalau lagi lari seperti Tom & Jerry, pusing – pusing bahagia Mamak nih liatnya. Hahahaha. Adek berhasil makan tanpa belepotan dan selalu melirik ke arah Kakak, entah apa maksudnya. Wih, tanpa belepotan di baju atau kursi, nah gini kek adem liatnya. Berselang ngga sampe sepuluh menit Adek terhenti makan es krim, sepertinya sudah bosan. Dan, minta minum. Iya, ternyata es krimnya ngga dihabiskan.

Sekian dan selamat malam dari Pare yang panas ngga kunjung hujan.

BunSay4 JaTim2 | Melatih Mandiri | Level2Day12| Belajar Renang (Lagi) #12

Hayoklah si Kakak renang lagi dan lagi, dari rumah sudah siap tempur dengan air. Bawa baju renang andalan alias cuma satu-satunya itu aja dan pelampung tangan favoritenya.

anyaenya-com_melatihkemandirian_day121
Masya Allah Tabarakallah, mengawal Kakak renang lagi hari ini.

Karena Belajar Ngga Cukup Sekali

Pakemnya belajar itu memang kudu diulang – ulang, berkali – kali kan ya bu-Ibu. Nah, sama dengan satu ini, Kakak yang sepertinya cocok dengan air, cocok dengan kegiatan renangnya.

“Untung tempat renangnya dekat, jadi bisa seminggu dua kalilah ya, Ka.” Gumam si Mamak. Coba kalau jauh, bisa dua minggu sekali atau minimal cukup di kolam plastik rumah aja. Hehehe.

Percobaan menggunakan pelampung ini baru dua kali dengan hari ini, jadilah dicoba terus untuk Kakak selalu adaptasi penggunaannya di dalam kolam renang. Begitu lihat kolam rasanya seperti tidak sabar mau nyemplung si Kakak. Sambil persiapan menggunakan baju renang dan pelampung sambil dibilangi, “Nanti di dalam kolam Kakak ngga usah grasak – grusuk, gerakin kakinya ngga usah buru – buru ya.” Mamak coba menasehati, karena memang Mamak ngga turun nyemplung digantikan Mbaknya.

Mari Mengapresiasi

Setelah siap, perlahan dari pinggir kolam duduk kemudian bergeser ke tengah. Dan seperti biasa tanpa mau dipegangi. Karena dikolam juga ada anak seusianya, hari ini Kakak mencontoh gerakan kaki yang diayun – ayun sampai ke permukaan air.

Bund membiarkan Kakak beresksplorasi. Dengan semangatnya terus-terusan kecipak-kecipuk.

Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, hari ini Kakak memiliki poin untuk lebih kalem ketika masuk ke kolam renang. Tanpa mau dipegangi dan berusaha untuk stand by her self without other hands alias bener – bener kagak mau dipegangin. Begitu juga di dalam kolang renang, tanpa mau dipegang. Antara merasa sudah bisa dan ngoyo. Panceeeen iki. Hahaha. Diakhir renang-pun sudah lebih mudah untuk mentas dari kolam renang. Ini nih penting juga, jadi ngga perlu maksa – maksa naik.