BunSay4 JaTim2 | Melatih Mandiri | Level2Day11| Bobo Sendiri #11

anyaenya-com_melatihkemandirian_day11
Masya Allah Tabarakallah, Adek yang sudah terbiasa bobo tanpa ditemani. Tapi ya gitu bisa tergeletak dimana saja, termasuk di sofa.

Karena Anak mencontoh dari lingkungan. Tidak ada lingkungan yang sempurna, kita sendirilah yang memahami dan membuat keadaan yang ada menjadi sempurna versi sudut pandang sendiri. Salah satunya, perfect versi Mamak hari ini adalah Adek yang mencoba tidur sendiri tanpa ditemani Bund.

“Baiklah Adek kalau mau tidur di sofa boleh, di kamar Adek juga boleh. Asal tidak boleh makan di kamar ya.” Bilang Bund sambil temani Adek geleloran di sofa.

Mata Adek seperti sudah menuju 5 Watt alias kriyep – kriyep mengantuk. Sejak Adek sering ditinggal Mamaknya bagi waktu kesana – kemari, si bungsu ini sudah terbiasa untuk tidur sendiri tanpa ditemani istilahnya dikeloni.

“Alhamdulillah, laki – laki emang kudu gitu dek, satu langkah lebih mandiri.” Bergumam dalam hati Mamak dewe’.

Seperti siang ini, Adek cukup dibawakan sebotol susu sambil posisi tidur. Setelah merasa kenyang memghabiskan susu dengan matanya yang sudah separuh merem-melek, Adek menggoyangkan badannya ke kanan-kiri sekitar (mungkin tidak lebih dari sepuluh menit) Adek akan terlelap dengan sendirinya.

Alhamdulillah begitu mudahnya menina-bobokan anak lanang satu ini. Mamak tidak butuh effort lebih, kecuali mungkin saat Adek sedang tidak badan itu pasti lain cerita.

BunSay4 JaTim2 | Melatih Mandiri | Level2Day10| Makan Buah #10

“Nah gitu dong, makan sendiri. Alhamdulillah makin hari makin pinter. Masya Allah, anak satu ini.” Bund memuji si Adek yang emang hobinya makan pisang. Mamak lihat anak makan pisang sampe 3 buah aja udah happy ya.

Si Hebat itu Bukan Hanya Nasi

Belakangan apa – apa serba disogok, semenjak sakit beberapa minggu kemarin jadi ngga mau makan buah ataupun nasi. Tipikal orang Indonesia seperti pada hakekat mainstream, belum makan kalau belum makan nasi.

Awalnya pernah berpikir seperti itu, “Wah anakku belum makan nasi..”,Duh, takut lemes kalo ngga makan nasi.”, “Adek belum makan nih.” (Padahal udah makan buah dan banyak nyemil).

Semenjak fase Gerakan Tutup Mulut (GTM) Bro Sist Bersaudara dipertengahan tahun kemarin yang membuat Mamak mendadak migrain dan selalu muter otak supaya “Anakku mesti makan, dapat asupan.” Segala cemilan atau snack, buah, telfon dokternya sampai trik masak diakalin. Dari sana mindset bergeser kalau asupan makan ngga perlu nasi, bisa jadi anak bosan. Karbohidrat bisa didapat darimana saja, bukan hanya nasi-nasi-dan-nasi.

Perhatian: Kesalahan bukan pada layar Anda, gambar pada artikel ini ditambahkan noise effect. Masya Allah Tabarakallah
Perhatian: Kesalahan bukan pada layar Anda, gambar pada artikel ini ditambahkan noise effect. Masya Allah Tabarakallah

Selera Anak Bukan (jua) Selera Bundo

Termasuk stok buah yang mesti ada di rumah, ketika anak – anak lagi bosan makan masakan rumah, bisa langsung dikasih buah. Bagaimanapun anak punya haknya untuk tidak mau atau stop sesuatu yang mereka tidak suka. Mamak berusaha akali dengan asupan lain yang sehat dan mereka bisa suka juga. Hahaha.

Sama seperti sore ini, Adek cukup banyak melahap pisang Ambon yang selalu jadi stock di meja. Apalagi Adek sudah bisa menjangkau tempat buah dan mengupas pisang sendiri, jadilah mejeng muluk itu pisang di meja. “Pisang, pisang, pisang.” Ucap Adek kalau lagi mau ambil di keranjang buah.

Kupas Pisang Sendiri, Mandiri yang Hakiki

Jejak Adek pada kemampuan mandiri kali ini adalah mengupas pisang sendiri dan mengulanginya sebanyak tiga kali. Kemudian, bertanggung jawab memakannya sampai habis. Bund duduk santai di depannya sambil senyum – senyum dewe’. Alhamdulillah, one prestation. Tinggal satu yang perlu ditutorial lagi yaitu buang sampah pada tempatnya, jadi setelah makan kulit pisangnya pluuuung dilempar begitu aja di depannya. Boleh nih jadi ide di kegiatan berikut.

Gowes terus Mamak artikelnya. Semangaaaaat.