BunSay4 JaTim2 | Game Level 3 | Aliran Sayang | Melatih Kecerdasan Anak

“Lah ini, ketauan kan ngga kompak sekeluarga. Disuruh family project-an malah garap seadanya di depan mata.” Hihihi ngdumel dalam hati. “Wes, rakpopo. Sing penting praktek tugas jilid melatih kecerdasan anak jalan.” Meneguhkan hati kemudian.

Pesan Panas: Hindari Ibu Stuck, Agar Anak Semakin Kreatif

Lagi-dan-lagi mengatasnamakan kesibukan, dari 17 hari yang diberikan hanya mengerjakan 10 project kesayangan yang dilatih baik ke Kakak ataupun Adek. Ingat bukan permasalahan kuantitas atau banyaknya tulisan, tapi bagaimana kualitas dan konsistensi penerapan tugas ke anak.

9c1c179459ddc144a96a5f2aaf441caf

Review dari perjalanan 10 hari melatih kecerdasan anak untuk Bro Sist Bersaudara adalah bagaimana Bund sebagai leader project seharusnya makin kreatif dalam memberikan pancingan terhadap bakat kecerdasan anak. Sadar diri, sungguh ngga maksimal period ini. Maaf ya, Nak.

Benar – benar tantangan juga bagi Bund bagaimana bisa melengkapi fitrah anak dalam menjawab latihan. Dengan mengasah beberapa kecerdasan secara bersamaan agar ini menjadi bekal bagi anak – anak ke depan baik dari segi kecerdasan IQ, ESQ, hingga EQ.

Insya Allah semakin lebih baik ke depan, latihan ayo latihan! Practice makes perfect.

___________________________________ Terimakasih atas apresiasinya Institut Ibu Profesional:

BADGE DASAR - LV. 3 - MELATIH KECERDASAN ANAK
BADGE DASAR – LV. 3 – MELATIH KECERDASAN ANAK

BunSay4 JaTim2 |Melatih Kecerdasan Anak| Level3Day10 | Ada Angka & Huruf #10

Ibu – ibu, mana suaranya yang baru sampe tugas ke-10 sepertinya sudah ngos-ngosan. Saya terutama paling depan teriak dan mengacungkan tangan. “Saya, saya, saya.” Wesjan, udah rapelan terus PD berat. Hihihi ngapunten ya, Bu Fasil. Disambi milah sana-sini, apalagi ada jadwal yang mesti kejar tayang karena akan di tinggal mudik ke Jakarta bulan depan, insya Allah.

Masih dalam rangka menggarap kecerdasan anak. Mikir tiap hari apa yang bisa diulik, bener – bener ngga maksimal dan kreatif ini – itu di babak ini. Kedeeeer. Akhirnya tetap kembali mengangkat kegiatan sehari – hari yang biasa dilhat, ditransfer ke Bro Sist Bersaudara.

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day10a
Masya Allah Tabarakallah, Adek yang semangat membaca angka dan huruf

123, Mulai..

Meminjam salah satu treatment teori Glenn Doman bahwa mengajari anak membaca bisa dimulai sejak dini yaitu dengan mengajarkan dan mengambil media dari kegiatan sehari – hari. Pemahaman Bund mengarah dimana mempelajari calistung ngga mesti kaku standby di depan buku atau kecrekan berhitung.

Bund seperti memang ngga mau repot nantinya, maka itu dimulai dari sekarang mencicil sedikit-demi-sedikit kebisaan yang Bro Sist Bersaudara sanggupi saja dalam hal calistung. Eh btw, Bund bukan ahli dari teori Glenn Doman loh ya, hanya berusaha keras untuk memahami treatmentnya.

Sama dengan yang Adek lakukan, karena ngga mau terlalu memaksa atau mendikte Adek untuk jago membaca atau berhitung jadi sudah lama mulai menempel poster – poster Angka, Huruf sampai dengan Nama – Nama Hewan atau Transportasi di pintu bahkan dinding rumah. Media belajar bisa dicoba dari mana saja ya.

“Satu, dua, tiga, opat, lima..” Suara Adek lantang membaca deretan angka. Alhamdulillah, kapan saja dua krucil ini bisa membacanya karena memang ditempel persis di pintu kamar Bro Sist Bersaudara. Semoga Bund bisa selalu istiqomah mengajarkan anak – anak kepada perkembangan nalar pikir dan rasanya. Aamiin Allahuma Aamiin.