BunSay4 JaTim2 |Melatih Kecerdasan Anak| Level3Day9 | Kakak Seriusi Sholat #9

“Yuk, sholat.” Setelah Bund mengambil mukena Kakak kemudian ngepot berlari ke kamar untuk menggelajar sajadah, iya sajadah untuk dirinya sendiri bukan untuk Bund. Menggelar sajadahnya persis disebelah Bund, sajadah setengah lipatan pas untuk badannya yang kecil.

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day9a
Masya Allah, gelar setengah sejadahnya di depan Bund. Maklumi ruangan di rumah tidak begitu luas. Mudah-mudahan bisa punya ruang sholat sendiri dikemudian hari. Aamiin Ya Allah, Aamiin-i dong pemirsah.

Kode Mau Sholat

Alhamdulillah, tau kode kalo abis ambil wudhu sama mukena, tandanya mau sholat. Good point untuk kecerdasan spiritualnya.

Belum ada aba – aba pun seringkali Kakak seolah mencuri start duluan untuk sholat dari gerakan tangan bersedekap dan mulutnya yang terlihat komat – kamit. Sama dengan Adek, yang gayanya sudah bisa sholat sendiri. Gpp, permulaan yang bagus.

Awalnya agak kesulitan untuk mengajari keduanya, Kakak mesti dipaksa menggunakan mukena dan berdiri anteng di atas sajadah setengahnya. Ngga beda halnya dengan Adek, pake peci sampai sekarang-pun masih susah – susah gampang. Bismillah tidak ada yang percuma, sambil perlahan diajari terus.

Seperti biasa dipertengahan jalan berubah haluan, bisa naik pundak macam naek kuda poni atau nyanyi – nyanyi dibalik korden kamar sampe kordennya sekarang jebol. Ajaib memang, ada aja kelakuan.

Setelah Bund selesai sholat biasanya Kakak langsung berdiri di hadapan kemudian minta salim dan cium tangan, ia tahu bahwa tanda aktivitas sholat selesai. Mukena ditanggalkan, sajadah ngga dilipat balik kemudian ngacir keluar kamar.

Perlahan tapi pasti, insya Allah semakin mengerti apa itu sholat dan bagaimana caranya. Semangat Kakak, semangat Bund juga.

BunSay4 JaTim2 |Melatih Kecerdasan Anak| Level3Day8 | Tantangan di Playground #8

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day8b

Bosan ya main di rumah terus. Yowes, angkutlah anak ke playground di salah satu Mal Kediri sana. Wah ternyata ada tempat main anak baru dan ciamik di lantai dua, akhirnya masuk kesana dengan merogoh kocek 35 ribu per-anaknya. Tapi kalau Mamak-nya ngintil ikut masuk ke dalam nambah ya lima ribu. Double shoot nih. Eh, ngga tau persisnya juga ini baru atau sebenarnya udah lama, berhubung udah lama deh ngga menclok kesini.

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day8a

Tantangan Anak = Menantang Kreativitas Ibu

Karena dalam kesempatan apa-pun sekarang kepikiran tugas, jadi Bund mengarahkan Bro Sist Bersaudara untuk tetap aktif main sambil belajar. Kasih tantangan aja ya sekalian. Gayung bersambut, di arena pun ternyata banyak jenis mainan yang mengasah skills anak, jadi ngga cuma modal lari sana – sini aja. Meski sebenarnya lari pun kudu pake skills ya Mak, kalo ngga tersandung.

Setelah Bro Sist Bersaudara mencicipi mainan perosotan dan lempar bola, kemudian keduanya seperti nyaman di area paling belakang. Banyak alat peraga belajar di area tersebut. Bund seperti ngga mau kehilangan moment, jadilah sambil mendirect mereka sedikit-demi-sedikit.

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day8c

Ada jenis mainan yang sangat fokus Adek kerjakan dikeduanya yaitu timbangan warna dan slot kayu bulat.

Yang pertama, sambil memasukan lingkaran warna ke gagang kayu Adek menyebutkan warna masing – masing lingkaran. “Led, meyah, gim, ijau, Oooo, oyens, yellooo, uning.” Begitu sekilas Adek berusaha sambil membuat kayu mainan tersebut seimbang.

Selanjutnya, beralih ke fokus kedua. Adek masih suka sepertinya dengan tantangan memasukkan kayu bulat ke dalam masing slot. Kurang lebih sama dengan permainan pertama, menyebutkan warna dan membawa larian kotak yang sudah berhasil ia rapihkan. Adek tidak membiarkan Kakak memegang mainannya, karena semenjak tadi Kakak melirik apa yang Adek pegang.

Coba kalau di rumah, waduh sudah seperti Tom and Jerry babak milenial.