BunSay4 JaTim2 | Game Level 4 | Memahami Gaya Belajar Anak | Penasaran Mainan Balok Bangun Kayu #3

Alhamdulillah sudah sampai di Jakarta, di rumah eyang.

Memboyong beberapa mainan dari rumah, tujuannya supaya Bro Sist Bersaudara tetap bisa produktif main meski dengan sarana yang terbatas. Pernah datang ke salah satu playground lengkap dengan permainan puzzlenya dari shape block puzzle, paper puzzle sampai dengan wooden puzzle. Jujur ini menginspirasi Bund untuk memberikan permainan sejenis kepada anak – anak di rumah.

anyaenya.com_bunsay_memahamigayabelajaranak_day3
Masya Allah, katanya mau bangun rumah “Rumah ya, rumah.” Celetuk Kakak. Iya Kakak apalagi nanti bisa bangun perumahan ya sebagai usaha propertinya. Aamiin. Hahahahaha.

Teknik Fokus dari Bermain Balok Bangun Kayu

Skills fokus bisa didapatkan dan mudah – mudahan dapat ditularkan dari pengalaman sehari – hari. Ini yang diturunkan melalui permainan Kakak dengan shape block puzzle yang biasa kita bilang Balok Bangun Kayu. Tujuan utama, Kakak bisa fokus mengikuti arahan menyusun bentuk puzzle menjadi satu bagian.

Ini kali pertama Kakak diberikan balok bangun kayu, rasa panasarannya lumayan tinggi. Dicontohkan Bund perlahan, “Ini bangun pagar rumah.”, “Susun balok satu persatu, kita coba rumah ya, rumah.” Kakak mulai mengikuti selanjutnya, disusun satu persatu tanpa mau Bund menyentuh atau ikut membantu balok kecil yang ia bangun.

Permainan yang menurut orang dewasa sangat sederhana, namun bisa jadi rumit dimata anak balita. Nyatanya Kakak setelah merangkai bentuk rumah – rumahan baru sampai di tingkat atap sudah dijatuhkan kembali “Byaaaaaaaaar” dan balok berjatuhan.

————-

Observasi sederhana siang ini, menyatakan Kakak dominan belajar mengembangkan kemampuan visualnya dengan membangun sususan balok menjadi satu bagian utuh. Good luck, Kak.

BunSay4 JaTim2 | Game Level 4 | Memahami Gaya Belajar Anak | Nongkrongin Puzzle Alphabet #2

Karena dalam blue print 1 minggu ini, sengaja si Kakak akan Bund arahkan bermain susun blok, puzzle dan tidak akan jauh dari sana untuk menganalisa minat belajarnya. Karena memang kita tidak bisa langsung memberikan label kepada anak hanya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Permainan kali ini dilakukan di atas kereta menuju Jakarta, “Horeey, mudik, mudik, mudik.” Harap dimaklumi bocah perantauan curi start girang kepingin libur duluan.

Puzzle-ing di Kereta

Salah satu trik permainan ini seperti sambil menyelam minum air. Karena berguna mengobservasi gaya belajar Kakak dan sekaligus membuat anak – anak anteng, nyaman di atas kereta. Bund berharap tidak ada kerusuhan yang dapat mengganggu kenyamanan tetangga sebelah. Hahaha.

anyaenya.com_bunsay_memahamigayabelajaranak_day2

Beberapa mainan kesukaan dari mobil – mobil hot wheel mini, papan-papan puzzle, buku cerita sampai satu kantong besar mainan dan cemilan diboyong supaya membuat anak – anak lebih nyaman dalam perjalanan. Sayangnya kasur ngga bisa diboyong sekalian, biar bisa glesor – glesor kalo pegel karena mesti menikmati 12 jam perjalanan Stasiun Kediri ke Stasiun Gambir dengan Gajayana.

“Tidak, oh no salah. Tidak, oh no salah.” celetuk Kakak sambil ngomong sendiri. Lucunya, mungkin karena sudah merasa jago untuk penyusunan puzzle buah – buahan satu ini, Kakak menempatkan gambar puzzle buah seolah ditempat yang salah, tidak sesuai dengan slotnya. Anggur dislot Apel, Strawberry dislot Jeruk. Padahal sebenarnya dia tau posisi yang tepat.

Rupanya, Kakak seolah mencontoh ajaran Bund beberapa waktu lalu ketika salah penempatan slot buah Bund akan memberikan komentar “Oh No, salah diperbaiki, disini disini tempatnya.” Duh, kenapa mencontohnya ketiplek banget ya. Hahahaha.

——————-

Observasi dalam perjalanan kereta hari ini adalah Alhamdulillah, Kakak pintar mengolah kemampuan visualnya, karena mendengarkan intruksi atau arahan dari Bund sebelumnya.

Namun secara keseluruhan, Kakak dominan berhasil mengembangkan kemampuan visualnya dengan gambar buah – buahan. Bund memang punya satu tujuan dengan mengajarkan puzzle ke anak – anak berharap mereka bisa memiliki strategy memecahkan masalah, termasuk sabar dalam mengobservasi mainan daaaaaaaan kepintaran motorik makin hari bisa makin dipoles dengan gerakan untuk meletakkan sesuatu sesuai tempatnya.

Sambil terus berdoa, semoga dalam perjalanan anak – anak tetap anteng.