Desainer Aksesoris: Rinaldy A. Yanuardi

tumblr_n05gu1h8I71r2pxmoo1_400

Bank BJB (Bank Jabar Banten) Precious Magazine (Februari 2014) / Teks by Diah Kurnia / Photo by Bayu Herdianto (@bayuherdianto88)

Keanggunan aksesoris selalu berhasil memikat sekaligus melengkapi keindahan yang memperlihatkan sisi lain seorang wanita. Senada dengan kepiawaian desainer aksesoris kenamaan tanah air Rinaldy A. Yanuardi, menerjemahkan sebuah bentuk arsitektural ke dalam ruang estetika rancang perhiasan.

Sehingga dari tangan dinginnya, melahirkan aksesoris elegan nan artistik yang sempurna hingga merambah ke atas runway fashion. Kolaborasi dan ketajamannya mencipta keindahan detail sebuah aksesoris adalah kunci kesempurnaan pemilik label Rinaldy A. Yanuardi.

Maha karya berwujud aksesoris, rancangan desainer yang sudah berkecimpung dalam dunia fashion terkait keanggunan aksesoris selama 16 tahun lamanya, meliputi kalung, gelang, anting, clutch bahkan kini merambah aksesoris lampu.

Eksplorasi desainer yang seringkali berkolaborasi dengan desainer papan atas Nusantara seperti Sebastian Gunawan, Ivan Gunawan hingga Didi Budiardjo dalam menyambut momentum keindahan aksesoris terbukti semakin berkembang dan selalu menunjukan eksistensinya.

Ladang inspirasi kreativitas saya datang dari sosok wanita yang dikembalikan kepada fitrah sifatnya, penuh dengan perangai kelembutan dan feminine. Menjauhkan dari sifat egosentrik, namun sisi glamournya tidak hilang.” Rinaldy A. Yanuardi.

Selengkapnya dalam Bank BJB (Bank Jabar Banten) Precious Magazine (Februari 2014)

13 Tahun Monika Weber Berkarya (Bali)

tumblr_n0ipklx8E41r2pxmoo2_400

Trend Kebaya (Januari 2014 Vol. 32) / Teks & Photo (Tumblr Pict.) by Diah Kurnia

“Kebaya salah satu warisan budaya kebanggaan Nusantara, terlebih jika wanita Indonesia yang mengenakannya semakin terlihat cantik nan bersahaja.”

Hingga tahun 70an, wanita Indonesia masih menggunakan kebaya sebagai busana sehari-hari bahkan sebagai simbol busana nasional pada acara kenegaraan. Pada akhirnya, kebaya kembali populer di akhir 90an dengan berbagai desain kebaya modifikasi dipadu bahan serta model lebih modern, kemudian menggairahkan kembali penggunaan kebaya hingga bertahan sampai saat ini.

Sebagai bentuk eksistensi dan kecintaannya terhadap kebaya, Monika Weber–wanita Indonesia sekaligus desainer kebaya–yang kini sudah berkarya selama 13 tahun tergugah untuk mempersembahkan kebanggaannya dengan menggelar peragaan busana kebaya bertemakan “Secret Garden” pada tanggal 13 Desember 2013 lalu bertempat di Grand Bali Beach, Hotel Sanur – Bali.

Mengusung tema “Secret Garden” dengan mengedepankan esensi fairy tale merupakan perpaduan dan kandungan makna dari berbagai unsur sang kreator. Pagelaran outdoor ini, sarat makna dengan menghadirkan beberapa keunikan alur warna diantaranya yakni air, hutan, bumi, bunga, emas, hingga putih. Dalam keseluruhan alurnya, Monika menyuguhkan 60 rancangan kebaya yang dibalut dengan mengedepankan sisi modernitas. Dalam rancangan Monika, 25 koleksi merupakan desain terdahulu, sedangkan 35 rancangan lainnya adalah koleksi terbaru yang dikerjakannya selama 1 (satu) bulan penuh.

“Kemunculan impian Secret Garden terinspirasi dari nuansa negeri dongeng ini sebagai sisi lain dari saya. Menambahkan pagelaran dengan pepohonan besar dan sorot lampu pada sisi panggung, seperti menghidupkan sisi dramatisasi dalam perjalanan karya saya.” Ungkap wanita jebolan dari akademi fashion LPTB Susan Budiharjo dan ESMOD Jakarta ini menerangkan mengenai ide pagelaran busananya.

Dalam setiap rancangan, Monika mengakui bahwa karyanya bertujuan untuk mempopulerkan kecantikan kebaya kepada dunia Internasional melalui desain yang lebih fashionable dan modern, namun tanpa meninggalkan bentuk asli dan makna dari kebaya itu sendiri.

Selengkapnya dalam Trend Kebaya Vol. 32 “Kebaya Bali in Style 2014”.

Flickr : http://www.flickr.com/photos/anyaenya/sets/72157640531945453/