BunSay4 JaTim2 |Melatih Kecerdasan Anak| Level3Day10 | Ada Angka & Huruf #10

Ibu – ibu, mana suaranya yang baru sampe tugas ke-10 sepertinya sudah ngos-ngosan. Saya terutama paling depan teriak dan mengacungkan tangan. “Saya, saya, saya.” Wesjan, udah rapelan terus PD berat. Hihihi ngapunten ya, Bu Fasil. Disambi milah sana-sini, apalagi ada jadwal yang mesti kejar tayang karena akan di tinggal mudik ke Jakarta bulan depan, insya Allah.

Masih dalam rangka menggarap kecerdasan anak. Mikir tiap hari apa yang bisa diulik, bener – bener ngga maksimal dan kreatif ini – itu di babak ini. Kedeeeer. Akhirnya tetap kembali mengangkat kegiatan sehari – hari yang biasa dilhat, ditransfer ke Bro Sist Bersaudara.

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day10a
Masya Allah Tabarakallah, Adek yang semangat membaca angka dan huruf

123, Mulai..

Meminjam salah satu treatment teori Glenn Doman bahwa mengajari anak membaca bisa dimulai sejak dini yaitu dengan mengajarkan dan mengambil media dari kegiatan sehari – hari. Pemahaman Bund mengarah dimana mempelajari calistung ngga mesti kaku standby di depan buku atau kecrekan berhitung.

Bund seperti memang ngga mau repot nantinya, maka itu dimulai dari sekarang mencicil sedikit-demi-sedikit kebisaan yang Bro Sist Bersaudara sanggupi saja dalam hal calistung. Eh btw, Bund bukan ahli dari teori Glenn Doman loh ya, hanya berusaha keras untuk memahami treatmentnya.

Sama dengan yang Adek lakukan, karena ngga mau terlalu memaksa atau mendikte Adek untuk jago membaca atau berhitung jadi sudah lama mulai menempel poster – poster Angka, Huruf sampai dengan Nama – Nama Hewan atau Transportasi di pintu bahkan dinding rumah. Media belajar bisa dicoba dari mana saja ya.

“Satu, dua, tiga, opat, lima..” Suara Adek lantang membaca deretan angka. Alhamdulillah, kapan saja dua krucil ini bisa membacanya karena memang ditempel persis di pintu kamar Bro Sist Bersaudara. Semoga Bund bisa selalu istiqomah mengajarkan anak – anak kepada perkembangan nalar pikir dan rasanya. Aamiin Allahuma Aamiin.

BunSay4 JaTim2 |Melatih Kecerdasan Anak| Level3Day9 | Kakak Seriusi Sholat #9

“Yuk, sholat.” Setelah Bund mengambil mukena Kakak kemudian ngepot berlari ke kamar untuk menggelajar sajadah, iya sajadah untuk dirinya sendiri bukan untuk Bund. Menggelar sajadahnya persis disebelah Bund, sajadah setengah lipatan pas untuk badannya yang kecil.

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day9a
Masya Allah, gelar setengah sejadahnya di depan Bund. Maklumi ruangan di rumah tidak begitu luas. Mudah-mudahan bisa punya ruang sholat sendiri dikemudian hari. Aamiin Ya Allah, Aamiin-i dong pemirsah.

Kode Mau Sholat

Alhamdulillah, tau kode kalo abis ambil wudhu sama mukena, tandanya mau sholat. Good point untuk kecerdasan spiritualnya.

Belum ada aba – aba pun seringkali Kakak seolah mencuri start duluan untuk sholat dari gerakan tangan bersedekap dan mulutnya yang terlihat komat – kamit. Sama dengan Adek, yang gayanya sudah bisa sholat sendiri. Gpp, permulaan yang bagus.

Awalnya agak kesulitan untuk mengajari keduanya, Kakak mesti dipaksa menggunakan mukena dan berdiri anteng di atas sajadah setengahnya. Ngga beda halnya dengan Adek, pake peci sampai sekarang-pun masih susah – susah gampang. Bismillah tidak ada yang percuma, sambil perlahan diajari terus.

Seperti biasa dipertengahan jalan berubah haluan, bisa naik pundak macam naek kuda poni atau nyanyi – nyanyi dibalik korden kamar sampe kordennya sekarang jebol. Ajaib memang, ada aja kelakuan.

Setelah Bund selesai sholat biasanya Kakak langsung berdiri di hadapan kemudian minta salim dan cium tangan, ia tahu bahwa tanda aktivitas sholat selesai. Mukena ditanggalkan, sajadah ngga dilipat balik kemudian ngacir keluar kamar.

Perlahan tapi pasti, insya Allah semakin mengerti apa itu sholat dan bagaimana caranya. Semangat Kakak, semangat Bund juga.