BunSay4 JaTim2 | Game Level 3 | Aliran Sayang | Melatih Kecerdasan Anak

“Lah ini, ketauan kan ngga kompak sekeluarga. Disuruh family project-an malah garap seadanya di depan mata.” Hihihi ngdumel dalam hati. “Wes, rakpopo. Sing penting praktek tugas jilid melatih kecerdasan anak jalan.” Meneguhkan hati kemudian.

Pesan Panas: Hindari Ibu Stuck, Agar Anak Semakin Kreatif

Lagi-dan-lagi mengatasnamakan kesibukan, dari 17 hari yang diberikan hanya mengerjakan 10 project kesayangan yang dilatih baik ke Kakak ataupun Adek. Ingat bukan permasalahan kuantitas atau banyaknya tulisan, tapi bagaimana kualitas dan konsistensi penerapan tugas ke anak.

9c1c179459ddc144a96a5f2aaf441caf

Review dari perjalanan 10 hari melatih kecerdasan anak untuk Bro Sist Bersaudara adalah bagaimana Bund sebagai leader project seharusnya makin kreatif dalam memberikan pancingan terhadap bakat kecerdasan anak. Sadar diri, sungguh ngga maksimal period ini. Maaf ya, Nak.

Benar – benar tantangan juga bagi Bund bagaimana bisa melengkapi fitrah anak dalam menjawab latihan. Dengan mengasah beberapa kecerdasan secara bersamaan agar ini menjadi bekal bagi anak – anak ke depan baik dari segi kecerdasan IQ, ESQ, hingga EQ.

Insya Allah semakin lebih baik ke depan, latihan ayo latihan! Practice makes perfect.

___________________________________ Terimakasih atas apresiasinya Institut Ibu Profesional:

BADGE DASAR - LV. 3 - MELATIH KECERDASAN ANAK
BADGE DASAR – LV. 3 – MELATIH KECERDASAN ANAK

BunSay4 JaTim2 |Melatih Kecerdasan Anak| Level3Day9 | Kakak Seriusi Sholat #9

“Yuk, sholat.” Setelah Bund mengambil mukena Kakak kemudian ngepot berlari ke kamar untuk menggelajar sajadah, iya sajadah untuk dirinya sendiri bukan untuk Bund. Menggelar sajadahnya persis disebelah Bund, sajadah setengah lipatan pas untuk badannya yang kecil.

anyaenya.com_bunsay_kecerdasananak_day9a
Masya Allah, gelar setengah sejadahnya di depan Bund. Maklumi ruangan di rumah tidak begitu luas. Mudah-mudahan bisa punya ruang sholat sendiri dikemudian hari. Aamiin Ya Allah, Aamiin-i dong pemirsah.

Kode Mau Sholat

Alhamdulillah, tau kode kalo abis ambil wudhu sama mukena, tandanya mau sholat. Good point untuk kecerdasan spiritualnya.

Belum ada aba – aba pun seringkali Kakak seolah mencuri start duluan untuk sholat dari gerakan tangan bersedekap dan mulutnya yang terlihat komat – kamit. Sama dengan Adek, yang gayanya sudah bisa sholat sendiri. Gpp, permulaan yang bagus.

Awalnya agak kesulitan untuk mengajari keduanya, Kakak mesti dipaksa menggunakan mukena dan berdiri anteng di atas sajadah setengahnya. Ngga beda halnya dengan Adek, pake peci sampai sekarang-pun masih susah – susah gampang. Bismillah tidak ada yang percuma, sambil perlahan diajari terus.

Seperti biasa dipertengahan jalan berubah haluan, bisa naik pundak macam naek kuda poni atau nyanyi – nyanyi dibalik korden kamar sampe kordennya sekarang jebol. Ajaib memang, ada aja kelakuan.

Setelah Bund selesai sholat biasanya Kakak langsung berdiri di hadapan kemudian minta salim dan cium tangan, ia tahu bahwa tanda aktivitas sholat selesai. Mukena ditanggalkan, sajadah ngga dilipat balik kemudian ngacir keluar kamar.

Perlahan tapi pasti, insya Allah semakin mengerti apa itu sholat dan bagaimana caranya. Semangat Kakak, semangat Bund juga.