BunSay4 JaTim2 | Game Level 4 | Memahami Gaya Belajar Anak | Main Bareng Puzzle Timbul #1

Institut Ibu Profesional ini emang kebangetan ya. Kebwangetan bwanget bikin kangennya sama tugas. Tiap hari jadi terbiasa melek muter otak untuk upgrade kemampuan si kecil. Mikir, ayo mikir. Jadi ada trigger mau selalu selangkah lebih baik dari kemarin untuk Bro Sist Bersaudara. Meski kejar-kejaran dengan deadline. Ternyata benar nyeninya disitu, iya disitu.


Nih buktinya, ngga kerasa kan udah masuk babak baru level BunSay ke-4. Udah buat list supaya ngga lost, insya Allah jadi ajegg kerjainnya. Kalau di level 3 kemarin sengaja dengan konsep dadakan, ternyata beneran aja awut-awutan. “Ini golden age loh, Buuuund”. Sambil ngomong depan cermin.

Seperti hari ini adalah hari pertama Kakak sebagai materi observasi Bund. Hari ini dengan plan Jalan-Jalan Sore.

Setelah selesai mandi, rapih dan wangi, hehehe anak-anak diberikan waktu untuk refreshing ala-ala Bund dengan jalan keliling komplek. Kebetulan memang komplek perumahan disini tidak terlalu besar jadi meski anak-anak keliling dengan berjalan juga tidak begitu capek, bahkan kadang nagih nambah.

Di sela-sela JJS sambil mempraktekan sedikit ilmu yang Bund punya dengan tadabur alam, Bund mengarahkan Kakak untuk menebak nama buah, nama pohon sampai nama hewan yang lewat dan dilewati. Alhamdulillah, bisa menjawab dengan memperlihatkan bentuk asli dari nama buah sampai dengan hewan tadi. Rubah, kucing meong, pohon pepaya sampe adegan teriak loncat-loncat minta jambu tetangga. Yasalam.

Masya Allah, tabarakallah. Kakak antusias dengan aktivitas hari ini. Alhamdulillah.

Anak Puzzle Beraksi

Misi tadabur alam selesai, selanjutnya sampai di rumah dengan disambut deretan puzzle yang memang Kakak suka. Akhirnya, belum lepas sepatu pun udah langsung nongkrongin puzzle. Semangat banget. Dari awal tebak warna sampai membolak-balik susunan puzzle. Bund tetap standby disampingnya untuk terus mengarahkan dan memperhatikan setiap gerakan. Pelototin teroooozzzz.

Hasil observasi dari kedua kegiatan tersebut, Kakak memang antusias dengan aktivitas yang dipancing dengan bentuk / bendanya terlebih dulu. Yeay sejauh ini, tantangan di sore nan mendung Kakak sukses mengaktifkan ketiga sense Visual, Auditori dan Kinestetik. Alhamdulillah.

Besok ada kegiatan apalagi? Oke, kembali ke draft plan karena besok pasti adalah tantangan yang lumayan heavy karena akan belajar di dalam kereta. Siap grak!

BunSay4 JaTim2 | Kom-Prod | Level1Day1 | Bobo Siang

“My dear, you don’t have to be perfect. Be happy is a key.” ~Bund

Sesi pemanasan sudah berakhir, saatnya “the real” babak Bunda Sayang dimulai.

Baru aja gunting pita dan treatment awal sebuah permainan berlabel Komunikasi Produktif. Tantangan banget nih. Dalam waktu 17 hari diberikan kesempatan mengulik Komunikasi Produktif kepada orang terdekat di rumah. Tenang, cukup 10 – 15 hari yang perlu diungkap ke permukaan. Karena pada kenyataannya, setiap hari adalah PR yang wajib dan sudah semestinya dijalankan.

Di level 1 Day 1, saya mengangkut Kakak Alo sebagai partner terbaik. Karena beberapa hari belakangan Kakak sedang menggandrungi mainan baru, jadi perlu muter otak untuk membatasi geraknya dengan si mainan ini. Meski dengan perantara “mainan” ia jauh lebih bisa menghafal lagu baru dan senangnya bukan main dengan mainan baru, tapi saya tetap merasa Kakak menjadi lebih selfish dari biasanya.

Percakapan simple ini adalah arahan tidur siang yang dilakukan jam 11:30 tadi.

Bund: “Kakak Alo, ini udah waktunya tidur siang kita bobo dulu yuk.”

Respon Kakak: Hanya menoleh

Bund: “Kakak Alo, nanti kalo ngga tidur siang malah sore ngantuk, malem begadang deh.”

Respon Kakak: Hanya menoleh cuek

Si Mamak masih berusaha ngoyo ajak tidur siang dan menahan diri untuk ambil paksa mainannya. Tahan, tahan, tahan. Karena lagi ogah ngomel dan mau membenahi supaya Kakak ngga banyak teriak dan menangis akhirnya kudu muter otak supaya ga reang.

(Masya Allah, Tabarakallah. Foto ini diambil sebelum Bund membawakan susu full cream dan videonya klik disini)

Membuat semuanya serelaks mungkin. Sambil ajak main-main di halaman rumah dan memegang sebotol susu full cream di tangan saya.

Bund: “Kakak Alo, ini udah ada susu. Ayo bobo, yuk.”

Respon: Mulai menoleh dan mengejar Bund dengan bilang “Susu” meski masih belum mau meraih botol yang saya pegang dan masih fokus ke mainannya

Bund: “Nanti nyanyi sama main lagi ya, Kakak bobo siang dulu. Nanti sore bisa main ini lagi.” Sambil menunjuk ke arah mainan dan dalam hati menghitung mundur 5 menit lagi kudu udahan nih.

anyaenya.com_3
Masya Allah, Tabarakallah. Kakak happy.

Bund: Sambil terus usaha sabaaaar dan lihat si Anak mulai menguap, “Kakak Alo, tuh kan udah ngantuk. Ayo bobo. Ini udah ada susu. Yuk, yuk, yuk. Udahan. Selesai, selesai, selesai.” Saya baru ingat ketika bilang senjata kata “selesai” dia akan mengartikan “habis” dan mengerti time is out. 

Kakak: Meski masih betah main, karena sudah mengantuk akhirnya dia mengejar saya ke pintu dan meraih botol susu.”Ayo bobo sama susu, bismika amut.”

Yang perlu dipahami disini adalah trik akalin Kakak mengikuti bicara Bund dengan kata kunci, supaya dia bisa langsung bergerak mengikuti arahan. Kali ini saya mengartikan produktif dengan: receiver menerima pesan dari komunikator kemudian memberikan sebuah respon. Ini cerita simple saya hari ini. Sampai berjumpa besok, Ibu Hebat.