BunSay4 JaTim2 | Game Level 4 | Memahami Gaya Belajar Anak | Nongkrongin Puzzle Alphabet #2

Karena dalam blue print 1 minggu ini, sengaja si Kakak akan Bund arahkan bermain susun blok, puzzle dan tidak akan jauh dari sana untuk menganalisa minat belajarnya. Karena memang kita tidak bisa langsung memberikan label kepada anak hanya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Permainan kali ini dilakukan di atas kereta menuju Jakarta, “Horeey, mudik, mudik, mudik.” Harap dimaklumi bocah perantauan curi start girang kepingin libur duluan.

Puzzle-ing di Kereta

Salah satu trik permainan ini seperti sambil menyelam minum air. Karena berguna mengobservasi gaya belajar Kakak dan sekaligus membuat anak – anak anteng, nyaman di atas kereta. Bund berharap tidak ada kerusuhan yang dapat mengganggu kenyamanan tetangga sebelah. Hahaha.

anyaenya.com_bunsay_memahamigayabelajaranak_day2

Beberapa mainan kesukaan dari mobil – mobil hot wheel mini, papan-papan puzzle, buku cerita sampai satu kantong besar mainan dan cemilan diboyong supaya membuat anak – anak lebih nyaman dalam perjalanan. Sayangnya kasur ngga bisa diboyong sekalian, biar bisa glesor – glesor kalo pegel karena mesti menikmati 12 jam perjalanan Stasiun Kediri ke Stasiun Gambir dengan Gajayana.

“Tidak, oh no salah. Tidak, oh no salah.” celetuk Kakak sambil ngomong sendiri. Lucunya, mungkin karena sudah merasa jago untuk penyusunan puzzle buah – buahan satu ini, Kakak menempatkan gambar puzzle buah seolah ditempat yang salah, tidak sesuai dengan slotnya. Anggur dislot Apel, Strawberry dislot Jeruk. Padahal sebenarnya dia tau posisi yang tepat.

Rupanya, Kakak seolah mencontoh ajaran Bund beberapa waktu lalu ketika salah penempatan slot buah Bund akan memberikan komentar “Oh No, salah diperbaiki, disini disini tempatnya.” Duh, kenapa mencontohnya ketiplek banget ya. Hahahaha.

——————-

Observasi dalam perjalanan kereta hari ini adalah Alhamdulillah, Kakak pintar mengolah kemampuan visualnya, karena mendengarkan intruksi atau arahan dari Bund sebelumnya.

Namun secara keseluruhan, Kakak dominan berhasil mengembangkan kemampuan visualnya dengan gambar buah – buahan. Bund memang punya satu tujuan dengan mengajarkan puzzle ke anak – anak berharap mereka bisa memiliki strategy memecahkan masalah, termasuk sabar dalam mengobservasi mainan daaaaaaaan kepintaran motorik makin hari bisa makin dipoles dengan gerakan untuk meletakkan sesuatu sesuai tempatnya.

Sambil terus berdoa, semoga dalam perjalanan anak – anak tetap anteng.

BunSay4 JaTim2 |Melatih Kecerdasan Anak| Level3Day2 | Ada Dongeng di Sela Bermain #2

Masya Allah, persediaan buku yang ada di rak mainan Bro Sist Bersaudara memang sebagian besar  kerap disentuh Kakak daripada Adek. Bisa dihitung jari, hanya 3 sampai 4 buku yang sering ditelaah Adek. Mungkin minat Adek belum terbangun, sabar aja Mak sambil diusahakan terooooozzz.

Lagi pula, bakat anak pasti berbeda tidak bisa sama persis. Kalau Kakak bisa dikatakan curi start belajar duluan, karena memang lahir lebih awal.

BunSay_Kecerdasan Anak_#2A
Ini semua bukan tentang kuantitas buku yang dimiliki, tapi sejauh mana nilai yang terkandung didalamnya kemudian bisa segera diserap dan diaplikasikan. Masya Allah, Tabarakallah. Lemari buku ini bukan milik Bro Sis Bersaudara melainkan milik Mamak dan Pak Suami

Mana Bukunya?

Ternyata hari ini Kakak masih dan lagi-lagi melekat sama buku Mr. Rainbow, meskipun dicoba untuk menambahkan buku pesaing lain tetap yang di bolak – balik adalah buku cerita pendek Mr. Rainbow, Cerpen Petani Wortel. Baiklah Kakak, kita lanjoot terus.

BunSay_Kecerdasan Anak_#2
Masya Allah, Tabarakallah masih antusias dengan cerpen Mr Rainbow satu ini si Kakak

Dua hari ini ada banyak waktu luang bersama Bro Sist Bersaudara, Alhamdulillah jadi bisa bereksplorasi. Dari mencoba dadakan Tadabbur Alam atas saran roommate di Grup 3 BunSay JaTim2 sampe mentok nongkrong di rumah aja sambil menemani aktivitas anak.

Setiap merasa bosan main ini – itu, Mamak satu ini tetap menyelingi dan usaha mengajak baca bersama, “Kakak, mana bukunya? Yuk, baca buku yuk.” Kemudian dengan gesit berlari ambil buku. Entah karena antusias yang tinggi atau memang automatically bergerak memenuhi arahan Mamak, semoga karena antusias ya Kak.

Meski Kakak tidak banyak mengikuti bicara Mamak, tapi setelah selesai proses membaca malam ini Kakak mengerti sedikit tentang buku yang dibacakan barusan. “Mr. Rainbow Pak Petani tanam wortel”, sambil terbata – bata bicara Kakak mencoba meresume bacaan. One shot! Good job, Kakak.

Bisa jadi pemahamannya semakin hari meningkat, karena satu buku bisa diulik lebih dari satu bulan. Hahaha. Setelahnya Mamak seolah habis dapat hadiah giveaway, happy banget dengan setiap progres Bro Sist Bersaudara.

Okeh hari ini Kakak sudah mengaktifkan bagian kecerdasan intelektualnya, besok apalagi ya kira – kira yang mau diulik bersama Kakak?