BunSay4 JaTim2 | Kom-Prod | Level1Day7 | Belanja Bulanan

Kali ini angkut Pak Suami untuk bantu belanja, gini perbincangannya:

Suami : “Bund, tadi aku denger Mba udah lapor ya pampers anak – anak habis?”

Bund : “Oiya, udah kasih to do list dia apa aja bahan dapur yang habis jadi bisa sekalian beli kalo ke swalayan atau pasar.”

Suami : “Nanti malam aja yuk beli, anak – anak udah bisa ditinggal ini udah ngga demam.”

Bund : “Boleh, tapi ini agak banyak loh ya belanjanya biar sekalian, jadi pasti angkut-angkut plastik gede, no protes dan belanja emak – emak itu ngga bisa diburu – buru.”

Suami : “Iya gpp, asal jangan kelamaan banget. Lagi detail amat segala perintilan diliatin. Kalo to do list kelar, yawda ngga usah nambah.”

Bund : “Iya sambil diingat – ingat nanti mana yang butuh lagi di luar to do list biar ga bolak – balik masuk swalayan.” Sambil ketawa.

anyaenya_komprod_7
Masya Allah, akhirnya Pak Suami muncul untuk belanja bulanan.

Akhirnya Pak Suami terangkut: Klik disini untuk video pelengkap.

Siapa Mamak disini yang belanjanya bulanan? Angkat tangan dan dompet ya. Sesungguhnya ritme belanja saya awalnya tidak teratur sampai pada akhirnya belajar untuk perbaikan. Akhirnya ketemu deh, ritme belanja kebutuhan rumah tangga bisa satu kali dalam sebulan. Berkat the power of to do list.

Tapi ternyata treatment ini belum termasuk belanja sayur-mayur yang terakhir baru teratur belanja seminggu sekali. Berhubung bahan masakan ngga mau lebih dari satu minggu takut mati lampu dan kulkas jadi mambu.

Al-Israa’ ayat 26-27 :
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan”.

Aaaaaaaa, menguatkan diri. Beratnya mengutip penggalan diatas serasa menghujam hatiku, hatinya si Mamak. Sesuatu yang positif itu kadang memang perlu dipaksa dulu supaya terbiasa. Meskipun sering banyak gagalnya dalam proses mencoba, tapi tetap coba lagi coba terus. Salam hemat untuk seantero Mamak di jagat raya. Hahahaha.

BunSay#4 JaTim2 | Jumat Hangat Bersama Diah Kurnia

Assalammualaikum Wr.Wb.

Hai Ibu hebatku semua, ditahan dulu ibu-ibu salaman-nya. Saya mau memperkenalkan diri sedikit saja. Saya Diah Kurnia dan perkenalkan nama panggung saya adalah Anya.

Alhamdulillah saya masih heboh bersama keluarga kecil dengan ditemani “Bro Sis Bersaudara” (Alo & Tsabit) dan tentu satu suami. Saya, perempuan rantau yang setelah menikah diboyong suami dari Jakarta ke Pare. Iya Pare, area yang lebih kalem dan entah mengapa lambat laun saya mencintainya.

Ketika Saya Terpanggil

Bertekad menjadi perempuan aktif, kemudian tidak serta membuat saya kebingungan dalam membagi aktivitas domestik dan internasyenel. Separuh hari mengurus kehebohan rumah tangga, selanjutnya mulai berkutat dengan pekerjaan menyenangkan berlabel pengelola sekaligus pemilik lembaga kursus Bahasa Inggris yang sudah dibangun sejak 2014 lalu bersama suami, partner kerja saya. Sekali lagi, segala pekerjaan wajib disugesti “menyenangkan” supaya semangatnya semakin berapi-api  ya, Ibu-ibu.

Memiliki usaha atau panggilan sayang adalah wirausaha dan kekiniannya banyak disebutkan entrepreneur, ternyata tidak melulu berbicara hal komersil yang dapat mendatangkan pundi – pundi beras di dapur. Makin hari hidup tidak boleh se-egois seperti biasanya, Nya. 

Selang berjalannya waktu, saya terketuk untuk membuka peluang beasiswa. Lebih tepatnya ini dimulai sejak 3 (tiga) tahun lalu. Kali ini saya tidak berangkat dari masa lalu untuk sense berbagi, namun saya membawa apa yang saya punya saat ini dan melihat realita di depan mata.

“Jangan tanyakan apa yang Negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada Negaramu” John F Kennedy

anyaenya_englishstudio

Sejak awal berdiri English Studio lalu, saya dan tim sudah membuat program Beasiswa bagi siswa yang berkeinginan keras belajar IELTS.

Kesempatan yang dibawa saat ini adalah tahun ke-empat dari  pengalaman membuka peluang Beasiswa. Salah satu yang menjadi momentum adalah pada saat mengisi sebuah workshop bersama tim English Studio di Makassar – Sulawesi Selatan. Melihat begitu banyak anak muda sangat bergairah ingin memperbaiki harapan dan kualitas study-nya dengan belajar Bahasa Inggris tetapi mereka tidak tahu harus mulai darimana.

Spirit echoing-nya begitu kerasa. Dengan menggunakan tools Bahasa Inggris ini nantinya dijadikan sebagai salah satu senjata untuk membidik program Beasiswa Pemerintah. Never underestimated government program, ada beberapa program bagus yang kita perlu melek dan dukung.

Saya benar – benar terketuk, di samping karena pemerintah semakin hari memberikan begitu banyak kesempatan program beasiswa baik dalam dan luar negeri, ini perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh anak negeri. Karena rupanya masih banyak juga putra putri daerah yang tidak mengetahui informasi program beasiswa tersebut. Miris, antara masih banyaknya keterbatasan informasi yang masuk kesana atau memang mereka skeptis. Saya selipkan sebuah harap, semoga program Beasiswa Pemerintah bisa sampai di tangan yang tepat.

Virus Re-Generasi

Di dalamnya peserta Beasiswa disini tidak melulu diajarkan teknis belajar, namun saya dan tim juga menyuntikan virus “re-generasi”. Loh, apa tujuannya? Iya ketika kembali ke daerah asal, mereka bisa mengajarkan dan berbagi semangat dan skills Bahasa Inggrisnya di area masing – masing. Yang pada akhirnya, supaya skills Bahasa Inggris bisa menyentuh siapapun, tidak hanya di kota besar saja.

__________________________________________________________

Karena sekarang hanya ini yang saya punya, Ibu – ibu. Jadi, baru bisa berbagi di bidang ini saja. Semoga bisa melakukan pengembangan diri untuk terus bisa berbagi. Yakinilah mimpi positifmu sepenuh hati, sampai pada akhirnya Allah dan semesta ikut membantu menggerakkannya ke arahmu. Aamiin Allahuma Aammin.

Saya yang bangga akan prestasi anak negeri. Tidak banyak yang bisa saya bagi dalam hidup, semoga ini bisa menjadi perpanjangan tangan untuk generasi Indonesia selanjutnya. Saya, Ibu yang juga dalam rangka mensukseskan diri dan keluarga. Terimakasih Ibu Hebat Institute Ibu Profesional atas waktu luangnya.

___________________________________ Terimakasih atas apresiasinya Institut Ibu Profesional:

APRESIASI JUMAT HANGAT - INSTITUT IBU PROFESIONAL
APRESIASI JUMAT HANGAT – INSTITUT IBU PROFESIONAL