BunSay4 JaTim2 | Melatih Mandiri | Level2Day4 | Beberes Mainan #4

Sepertinya hari ini Adek benar – benar ngga banyak berekspresi, mungkin karena seketika terserang batuk dan pilek setelah makan es krim kemarin. “Sabar ya, lawan aja sakitnya pake jurus imun terbaik Adek. Nanti kita sama – sama berdoa minta sama Allah semoga Adek cepat sehat.” Mamak sambil menguatkan diri kalo si krucil bisa cepet ceria lagi, mungkin sakitnya hanya batuk pilek tapi Mamak gampang mellow liatnya.

Siapa yang sangka? Meski terlihat sedang unmood dan seharian kalo dekat Bund nempel serasa perangko tapi bagian surprise-nya adalah Adek tetap banyak bermain meski dengan ekspresi yang datar dan non heboh. Emang deh anak lanang satu ini powerfull banget ya. Ealaaah.

Bund: “Adek masih mau main alphabetnya? Habis minum obat kita bobo aja yuk, istirahat. Kecapean nih Adek sama ngga tanggung – tanggung habisin es krim Kakak kemarin ya.”

Karena anaknya masih sibuk sama boks alphabet yang ada di kamar.

anyaenya.com_melatihmandiri_day4_b
Masya Allah Tabarakallah, Adek yang sedang flu masih punya power untuk main

Adek: “Wantutifo, wantutifo..” Ini maksudnya sambil ngoceh sedikit – sedikit one two three four yang selalu diulang.

Bund: “Kalau Adek udah minum obat nanti coba main sebentar ya, sambil bantu Bund masukin alphabetnya seperti biasa biar rapi ya Adek pintar.”

Ngga pake basa-basi lama, setelah Adek berhasil minum obat dan kembali ke kamar untuk ngulik mainan alphabetnya lagi.

Tidak ada penekanan disini, meski sakit Adek rupanya konsisten main alphabet dan masih bisa masukan ke dalam boks sama seperti kemarin. Sepertinya arahan yang membuat si Kecil nyaman terkadang membuat mereka menjadi auto pilot dengan sendirinya. Tapi kita lihat lagi besok ya, apakah ternyata si Adek memang belum bosan untuk bermain alphabet atau memang ternyata bocahnya rajin. Hihihihi. Adek hebat, cepat sembuh ya.

BunSay4 JaTim2 | Pra BunSay 1 | Daily Activity

“Ibu – ibu, mana suaranyaaa?”

Horeeee naik kelas. Alhamdulillah bisa bergabung dengan program Bunsay#4 JaTim2 beberapa waktu lalu. Nah, naik level ke kelas Bunda Sayang ini adalah tantangan tersendiri. Beneran loh. Ajaibnya, kelas ini hanya diperuntukan bagi beberapa peserta aja. Hayuklah berang-berang makan ketupat, cuuuzzzzz.. Semoga selalu bisa memberikan pencerahan untuk diri sendiri dulu yang utama.

Ohya sebelum masuk ke level Bunda Sayang, peserta akan terseleksi dengan sendirinya melalui tugas perkuliahan Matrikulasi ya. Seleksi alam, sodara – sodara. Makin rajin dan on time kirim tugas, makin besar peluang naik kelas. Tuh, udah satu tips untuk yang mau ikutan dan terangkut di kelas – kelas tinggi IIP.

Banyak tugas unik yang diberikan kepala suku, kalau dilihat memang selain membuat perempuan semakin produktif, juga banyak merevisi pemikiran dan kegiatan kita sehari-hari. Ngga ada salahnya kan menduplikasi hal positif dari sekitar.

anyaenya_iip_bunsay

Sibuk di Bunda Sayang

Ini dia tugas pertama saya di Bunsay: My Daily Activity. Sebenarnya sudah biasa juga membuat to do list di buku kecil, tapi seringnya dibuat secara random dan tidak spesifik. Dengan adanya tugas ini membuat saya sadar, ternyata eh ternyata kegiatan area domestik itu meski kecil – kecil tapi banyak ya. Selain itu, sebaik-baiknya to do list adalah proses pengerjaannya! ACTION SAYANG, ACTION!! Ngga lagi deh menunda – nunda waktu, karena jika satu list tertunda, list lain bisa bergeser.

Kalau mem-flash back 3 tahun ke belakang rasanya to do list saya lebih rumit dari ini, 24 jam itu tidak cukup mewakili untuk melengkapi kegiatan harian. Bersyukur 1 (satu) tahun belakangan kegiatan dalam to do list sudah mulai normal. Yipiiiw! Selamat berkonsistensi ria.

anya.diahkurnia | Assignment#1 | Daily Activity

anyaenya_dailyplanner

Jangan Gaptek dong, pleaseeee.

Karena pembelajaran di kelas Institut Ibu Profesional ini menggunakan platform online, jadi kita dituntut untuk cepat beradaptasi dengan media yang digunakan oleh tim penggodoknya. Nggeh bu, kulo manut mawon. Secara tidak langsung peserta di dalamnya diarahkan tim untuk sigap dan mau-ga-mau dituntut untuk jangan gaptek (gagap tekhnologi) dong, pleasseeee.

Satu kebaikan yang saya perlu tiru adalah meski kita tidak mengenal dekat satu-sama-lain, namun bala pertolongan perihal tugas udah pasti jadi makanan sehari – hari yang bisa kita lihat di kelas itu. Kental banget dengan sense saling tolong-menolongnya, kira – kira adaptasi Pancasila sila keberapa tuh? Mulai dari pembuatan foto yang kudu disetor oleh setiap peserta atau pengerjaan tugas mingguan. Ada yang diguide by group, ada juga yang diguide via japri. Semuanya dilakukan melalui online.

Nah, salah satu media belajar yang digunakan adalah Google Classroom. Gonjang-ganjing kehebohan biasa terjadi menjelang deadline tugas. Nah loh, ini seru banget. Kepala tim akan memberikan tugas mingguan melalui Google Classroom. Alhamdulillah, ngga pake lama untuk adaptasinya dari kelas awal matrikulasi beberapa bulan lalu. Kotak kelas akan bertambah seiring naiknya level si peserta ya. Kebayang kan serunya tugas – tugas peserta ini.

anya.diahkurnia | Google Classroom | Institut Ibu Profesional

Google Class

Okeh, jadi sugestinya apa hari ini, Nya? My best consistence is action. Good luck.