EMBUN’S LIFE PROGRESS | B

tumblr_nm09te8BlQ1r2pxmoo1_400

Episode sebelumnya.

“Siapa sih Embun?”

“Darimana datangnya?

“Dari LANGIIIIIIIT!”

………………..

Embun adalah nick name ruh yang masih selimutan di dalam rahim, bergelut bak atlet renang dengan plasenta dan air ketuban.

Dia yang paling jago mendengar pikiran empunya janin, si aktif yang mendadak kalem kalau dengar bisikan papapnya meskipun berirama sopran 2 oktaf. Pendengar setia bundanya nyanyi di dalam kamar mandi ala Christina Perry atau melafaz lantunan ayat ala qiroah. Iya kamu, pelaku utama yang diam-diam mengambil separuh daging bundanya (Entah rare, medium atau welldone) alhasil si ibu mengidap “asupan makan berlebih”. Meski begitu, ia mengantongi status: accepted!

Andara 54 – 30.03.2015

EMBUN’S LIFE PROGRESS | A

tumblr_nm06w1BjAo1r2pxmoo2_r1_400

“Siapa sih Embun?”

“Darimana datangnya?

“Dari LANGIIIIIIIT!”

Hellooo, my super-duper emezing rotation. Rasanya sudah berabad – abad tidak menyentuh catatan harian simpanan satu ini. “Apa kabarnya, tumbie?” Satu kabar (teranyar) dari sini dulu deh. Sudah mengandung si baby hampir menuju pergerakan minggu ke-tiga puluh empat, akhirnya berhasrat melipir dan mojok ke sisi tumbie.

“Are you being pregnant mom?” | “YES, I AM.”

Usut-punya-usut, pada bulan pertama dan kedua memasuki pernikahan kemudian mendadak iseng (tapi NIAT) untuk mencoba alat canggih test pack yang katanya dapat menguji kehamilan melalui air seni. *jeng-jeng-jeng. Melakukan dua kali percobaan dan pengamatan di pagi buta, layaknya peneliti melakukan telaah uji coba laboratorium, bedanya ini di toilet rumah.

Bagaimana hasilnya? Ada di cernaan SATU GARIS. Ow, kalau dilihat dari Petunjuk Penggunaan pertanda Negatif Hamil tuh. Mungkin pengilhaman lain artinya COBA LAGI DAN LAGI . Hahaha. Mbhatin: “Ah woleslah! Namanya juga iseng mau tau cara pakai test pack”. *alibi (Sekilas info: Ada beberapa pendapat menyarankan untuk membeli testpack dengan berstandar nominal. Namun sepertinya penentuan kehamilan, bukan berdasarkan harga pembelian alat testpack mahal atau murah. Ngga masalah deh beli yang murmer-an, toh kalau sudah acc. atas izin-Nya “TERJADI, MAKA TERJADILAH” *mendadakreligius)

Sejak percobaan kedua iseng-tapi-niat yang “di-dan-ter”support akang Fauzi Baadila (WHAT?? Eddy euy, Eddy)juga, akhirnya cuek melakukan pergumulan dengan test pack – test pack-an. Selain memang kesibukan menyita belahan otak kanan dan kiri ini, pula sibuk mondar-mandir bolak-balik antara Kediri dan Jakarta. Amboooy!

tumblr_nm06w1BjAo1r2pxmoo1_400

(SLIIING, pindah slider)

Rupanya, memasuki lima bulan pernikahan dengan akang Eddy ditambah kerempongan “mengasikan” belakangan ini memang benar menyabotase waktu sampai ra’eling kalau ternyata hampir tiga bulan tidak terserang Premenstrual Syndrome.

Selama memasuki masa tiga bulan dan mulai (agak) sadar ada taste antah berantah yang berubah dan menyelinap masuk, barulah berniat untuk men-tes-pack-an diri (KEMBALI). Alhasil, setelah melakukan uji coba laboratorium toilet, pantauan mata menunjukkan DUA GARIS dengan detail SATU GARIS MERAH TEGAS dan ini nih SATU GARIS PENUH DRAMA “PINKY BLUR”. Nahloh! Tiba-tiba mendadak happy yang terganduli kebingungan. Gimana tuh! Positif ya??

Swiiiing! Bak sinetron merasuk, aku dan akang saling berpandang dan ah, terharu. Selebihnya SENSOR! Barulah terhasut rasa penasaran dan berniat ceki-ceki dokter. (Sudah menjadi satu kebiasaan, cek track record rumah sakit dan dokter yang akan dituju buatku adalah satu kewajiban sebagai bahan TINGKAT KEYAKINAN AKAN SERVICE)

OK! Positif 12 Minggu.

Jadi, iniloh yang namanya “Pelekatan Soul”. Dahsyat ya! Dia menghasilkan guncangan digelayuti morning sickness akut, tekanan darah non stabil alias sering keliyengan meeeen dan sistem tebang pilih asupan makan. Mbathin “Dipikir kecapean dan angin overload masuk, alhasil ramuan Tolak Miskin, eh! Tolak Angin terlahap habis-habisan.” Perlu dicatat ya bagi ibu hamil (ciye ibu hamil) PERHATIAN! Ibu mengandung dilarang minum ramuan tersebut. Kecuali bagi yang mengandung umpan-umpan-umpan. Nahloh! HAHAHA. | Andara 54 (Jakarta) – 22.03.2015