Random Rhythm [22 – 29 Agustus 2019]

Masya Allah, Tabarakallah.

Kalau belakangan sering sharing berbagai macam kegiatan bareng krucils, ya kerennya menjelma sebagai support system anak alias membersamai anak gitu ceunah (Meskipun jujur aja masih jauh dari label perfect Bubun). Nah, bolehlah sekarang akuni publish rentetan Jurnal Syukur.

Bagaimana cara menghidupkan hari, salah satunya kudu banyak – banyak bersyukur. (Iya, teorinya siy gitu ya.) Seringnya kalau khilaf, bisa jadi aku-atau-kamu jadi mengeluh ini-itu, (pembenaran sedikit) namanya juga manusia normal bukan Ibu atau Bapak Peri. Iya situ juga yang baca, kadang melalui masa ‘itu’ juga kan? Masa dimana lemah-letih-lesu menyerang.

______

Jurnal Syukur : 22 – 29 Agustus 2019

“Amaziiiiiiing, it feels like a rollercoaster!” Sampai dengan Agustus 2019 ini beberapa hal jadi steping stone untuk my super experience, super Alhamdulillah tentunya. Selalu mengingatkan diri sendiri bahwa apapun kebendaan yang dimiliki adalah bentuk penghargaan atas kerja keras diri untuk lebih semangat berkarya dan lebih baik lagi ke depan.

Alhamdulillah, 25 Agustus 2019 kemarin English Studio tepat berusia lima tahun. Iya, kali ini lebih nyaman “merayakan hari jadi dalam diam”. Maksudnya, diam – diam sudah achieve goals. (Ingeeeeet! Tentang goal itu emang kudu jamak, jadinya GOALSSSS yang dibuat fokus supaya satu-per-satu terjawab.) Alhamdulillah ya diam-nya bukan diam – diam goalnya kabur. Hahahaha.

Slot lain. Alhamdulillah juga, urusan per-notaris-an yang njelimet untuk pemilikan gedung  sudah beres. Sisanya tinggal kalkulasi biaya pembangunan tahun berikutnya. BISMILLAAAH SEMANGAT! Tidak ada yang tidak mungkin selama Allah izinkan, simple aja kan. Perbanyak doa dan ikhtiar terus. Mendirikan “wadah belajar” ini sama dengan menantang diri sendiri untuk lebih kreatif dan banyak hal yang kudu konsisten dalam track.

Selanjutnya, bagian terawam adalah “ngeh” urusan pembagian harta waris di notaris beberapa hari lalu. Iya, termasuk mengumpulkan para ahli waris si penjual lahan. Bersyukur sekali pada saat itu saya sebagai pembeli bisa dipaksa melek barangkali ke depannya di keluarga besar atau keluarga sendiri membutuhkan. Ternyata penting juga melek tentang satu ini.

Satu berkah bisa makan malam bareng diselingi canda ibu – ibu komplek dengan berbagai latar belakang. Makan bersama di rumah dengan nasi tumpengan di tengah jadwal mereka yang bisa jadi super padat. Betapa pentingnya sesi relaksasi. Perlu diingat, jam kerja Ibu – Ibu adalah 24 Jam. Ditambah akan ada kegiatan mengaji bersama bulan depan, alhamdulillah. Balancing lyfe, memperpanjang silahturahmi.

In my hi-reflection. Memberi slot waktu untuk “mencerdaskan anak sendiri”. Diberikan report progress oleh tim observator sekolah krucils di Jombang. Okey, hasilnya anak dominan dan lebih nyaman daily language dengan English Version. Ngga total ya, anak-anak juga bisa ko bahasa Indonesia. Anggap saja hal ini datang lebih awal. Jujur seringkali bertanya sama diri sendiri, apakah emak-emak lain juga pernah mengalami hal yang sama ya apalagi memilih sekolah yang pas sama bakat anak. Menunjuk sekolah yang tepat bagi krucils adalah bagian tergembling dan sampai pada titik ini, super lega & puas.

Super happy dipertemukan akun @dapurmoci (Pare) – snack dan @lelyscake (Kediri) – tumpeng via instagram. Alhamdulillah puas banget sama rasanya. Terimakasih Tuhan telah menciptakan tangan – tangan ajaib pembuat makanan super enak di lidah dan perut.

Last but Not Least. Akhirnya nemu akun retinol person — si mbah influencer @danangwisnu . Penting-ga-penting, lagi cari tau tentang retinol atau retinoid dalam dunia per-skincare-an. Anti aging concern nih ceritanya. Di tengah terik matahari Pare yang semakin hari makin bikin kulit gosyong se-gosyong gosyongnya.

Baiiiiik. Jurnal Syukur udah, terus gimana sama Wish List? Ya itu mah dikantongi sendiri dulu aja.

Be grateful. Because God always surprise me a lot.